<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463</id><updated>2011-12-22T18:05:47.592-08:00</updated><category term='Cinta'/><title type='text'>sang pengembara</title><subtitle type='html'>bersihkan hati dengan islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-3907869666966846060</id><published>2009-10-01T10:09:00.000-07:00</published><updated>2011-12-22T18:05:47.622-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Hakikat Cinta</title><content type='html'>Cinta merupakan suatu keadaan perasaan yang sifatnya kuat, menakjubkan, mendalam, dan penuh kelembutan terhadap suatu objek tertentu. Karena merupakan suatu yang bersifat personal, seringkali cinta dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk diteliti secara eksperimental, sehingga para ahli psikologi pun mengalami kesulitan tersendiri untuk mengungkapkan dan menjelaskan lebih jauh tentang perasaan cinta ini. Kendati demikian,menurut para ahli bahwa perekembangan perasaan cinta seseorang pertama kali dibentuk dan diperoleh terutama dari ibu atau pengasuhnya pada masa bayi, melalui segenap upaya yang dilakukan ibu dalam rangka pemenuhan berbagai kebutuhan dasar sang bayi.&lt;br /&gt;Menurut Maslow, rasa dicintai dan mencintai merupakan salah satu kebutuhan penting manusia, setelah kebutuhan dasar dan kebutuhan rasa aman. John B. Watson salah seorang penganut behavioristik meyakini bahwa cinta itu ditimbulkan dari adanya rangsangan yang berkenaan dengan kulit pada wilayah erogenous. Pelukan, belaian, usapan dan kecupan halus seringkali digambarkan sebagai manifestasi dari rasa cinta. Sementara itu, dari kelompok Psikoanalis menganggap pentingnya menyusui sebagai bentuk jalinan cinta antara ibu dengan bayi. Menurut John Bowlby bahwa arti penting menyusui tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rasa haus atau lapar bayi semata, tetapi juga sebagai bentuk “primary object-clinging,” yaitu kebutuhan akan keakraban atau kehangatan melalui kontak fisik dengan sang ibu. Di lain pihak, Erich Fromm (Nana Syaodich Sukmadinata, 2005) mengemukakan bahwa rasa cinta berkembang dari kesadaran manusia akan keterpisahannya dari yang lain, dan kebutuhan untuk mengatasi kecemasan karena keterpisahan tersebut melalui pembentukan suatu persekutuan dengan yang lain. Manusia sebagai individu berdiri sendiri terlepas dari yang lainnya. Karena kesendirian dan keterlepasannya dari yang lain ini seringkali merasa kesepian, merasa cemas, ia membutuhkan seseorang atau orang lain. Berkat adanya situasi ini tumbuhlah rasa cintanya akan orang lain atau suatu hal di luar dirinya. “Every person as a separate individual, experiences aloness. And so we strive actively to overcome our aloness by some form of love” (May, 1968).&lt;br /&gt;Presscot, (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) mengemukakan beberapa ciri rasa cinta:&lt;br /&gt;1. Cinta melibatkan rasa empati. Seseorang yang mencintai berusaha memasuki perasaan dari orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;2. Orang yang mencintai sangat memperhatikan kebahagiaan, kesejahteraan dan perkembangan dari orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;3. Orang yang mencintai menemukan rasa senang, dan hal ini menjadi sumber bagi peningkatan kebahagiaan, kesejahteraan, dan perkembangan dirinya.&lt;br /&gt;4. Orang yang mencintai melakukan berbagai upaya dan turut membantu orang yang dicintai untuk mendapatkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemajuan.&lt;br /&gt;Objek cinta tidak selalu manusia, bisa juga benda, keadaan, pekerjaan, negara, bangsa, tanah air, Tuhan, dsb. Dengan demikian karakteristik yang menjadi perhatian orang yang mencintai sesuai dengan objek yang dicintai ada perbedaan. Dengan mengutip dari Erich Fromm, Nana Syaodih Sukmadinata (2005) mengetengahkan lima macam cinta yang berbeda, yaitu: cinta sahabat, cinta orang tua, cinta erotik, cinta diri sendiri, dan cinta Tuhan.&lt;br /&gt;1. Cinta sahabat atau persaudaraan, adalah cinta yang paling dasar dan umum. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan orang lain. Kehidupan kelompok, kebersamaan, interaksi sosial merupakan kebutuhan dasar dari individu. Untuk membentuk kehidupan bersama, kehidupan kelompok, dan interaksi sosial yang baik perlu didasari oleh rasa senang, rasa bersahabat, rasa cinta dari individu ke individu yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Cinta orang tua (cinta ibu atau ayah) kepada anak. Cinta ini cinta murni, sebab tanpa didasari pamrih atau imbalan apapun, cinta orang tua benar-benar ditujukan bagi kepentingan anaknya. Cinta orang yang tulus (unconditional parental love) menjadi dasar bagi pembentukan inti harga diri (core of self esteem) anak (Buss, 1973)&lt;br /&gt;3. Cinta erotik merupakan cinta antara jenis kelamin yang berbeda, antara pria dengan wanita. Cinta ini disebut cinta erotik karena mengandung dorongan-dorongan erotik atau seksual. Pada umumnya, perasaan cinta ini muncul dalam diri seseorang bersamaan dengan munculnya hormon seksual pada saat memasuki masa remaja awal. Jika perasaan cinta ini tidak terkendalikan dengan baik justru akan dapat menimbulkan berbagai bentuk penyimpangan perilaku seksual.&lt;br /&gt;4. Cinta diri sendiri. Manusia adalah makhluk yang bisa bertindak sebagai subjek dan juga sebagai objek. Berkenaan dengan masalah cinta, objek cintanya bisa dirinya sendiri. Kecintaaan terhadap diri sendiri yang berlebihan dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan mentalnya, dengan apa yang disebut narcisisme.&lt;br /&gt;5. Cinta Tuhan merupakan manifestasi dari hubungan manusia dengan yang ghaib, yaitu yang menciptakannya. Cinta Tuhan lahir dari keyakinan agamanya, dan akan Tuhannya yang menentukan segala kehidupannya. Cinta Tuhan juga merupakan manifestasi dari kesediaan makhluk untuk berbakti kepada-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-3907869666966846060?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/3907869666966846060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/10/hakikat-cinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3907869666966846060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3907869666966846060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/10/hakikat-cinta.html' title='Hakikat Cinta'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-2676340150213009547</id><published>2009-07-02T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T08:31:08.081-07:00</updated><title type='text'>Mari Mengenal Perpustakaan</title><content type='html'>SEKILAS TENTANG PERPUSTAKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Perpustakaan sekolah sebagai sarana yang  berada di bawah naungan lembaga sekolah , merupakan bagian penting yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian , perpustakaan diharapkan menjadi sarana yang mampu meningkatkan kegemaran dan minat baca siswa ,serta memfaslitasi mereka untuk dapat mempelajari hal-hal baru melalui koleksi buku nyang terdapat di perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERPUSTAKAAN PADA MASSA KEJAYAAN ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dinasti Abbasyiah ,khususnya pada massa perintahan kholifah Harun Ar – Rasyid (786 – 809 M ) dan putranya khalifah AL – Ma`mun &lt;br /&gt;(813 – 833 M ), Islam berada pada massa kejayaanya atau yang di kenal dengan &lt;br /&gt;The golden ages of islam  ,hal ini bertolak belakang dengan keadaan Eropa pada saat itu, hamper seluruh daratan Eropa mengalami massa kegelapan atau yang di kenal dengan The darkness of age.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Pada massa pemerintahan kedua khalipah tersebut terjadi perubahan paradigma dari para khalifah sebelumnya, para khalifah sebelum mereka lebih menekankan pada perluasanwilayah kekuasaan, sedangkan kedua khalifah tersebut lebih menekankan peradaban dan kebudayaan yang di tempuh melalui pengembangan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Perkembangan ilmu pengetahuan saat itu mengalami perkembangan yang pesat setelah khalifah harun Ar – Rasyid mendirikan sebuah sarana yang menunjang ilmu pengetahuan yaitu perpustakaan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Pada saat itu perpustakaan sangat berperan dalam mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan .Perpustakaan menghimpun ilmu dan informasi &lt;br /&gt;Yang di peroleh dan di lahirkan umat manusia dari massa kemassa . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sekilas tentang perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;        Ilmu dan informasi itu disapaikan kepada orang lain melalui media rekaman,salah satu media rekaman ialah buku .Perpustakaan  berfungsi sebagai pengantar ilmu dan informasi kepada masyarakat yang memerlukanya .&lt;br /&gt;Pada massa itu perpustakaan di jumpai di mana-mana , dengan koleksi buku yang melimpah. Begitu pula dengan pengunjung tetap perpustakaan dan pencinta buku .&lt;br /&gt;Buku di anggap lembaga kemajuan ,ibu peradaban dan kebudayaan .Orang- orang yang dapat mengarang dan menulis buku pada waktu itu sangat di hormati sekali dan buku yang mereka tulis di bayar dengan emas seberat buku tersebut . Hal ini menyebabkan kota bagdad bukan saja terkenal sebagai pusat penerbitan buku tetapi juga pusat penulisan risalah ilmiah ,sastra dan filsafat ,sehingga tak heran &lt;br /&gt;Bagdad menjadi pusat peradaban dunia . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Banyaknya perpustakaan yang dapat dijumpaidan  melimpahnya buku &lt;br /&gt;mencerminkan kesadaran masyarakat islam saat itu terhadap ilmu pengetahuan .&lt;br /&gt;Maka tak heran banyak pustakawan yang yang lahir .Salah satu diantara yang&lt;br /&gt;terkenalialah Muhammad Ibn Ishaq Al- Nadim ,dia menerbitkan suatu buku &lt;br /&gt;indeks  dengan judul Al-Fhirst ,yang merupakan maha karyanya .Kitab Al- Fhirst &lt;br /&gt;merupakan indeks buku – buku karya orang arab dan orang non arab yang di tulis dalam bahasa arab tentang semua cabang ilmu pennngetahuan ,disusun berdasarkan pengarang ,asal-usul dan riwayat hidupnya dan negritempaat tinggal,sejak cabang ilmu pengetahuan dikembangkan pada tahun 987 – 988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Perpustakaan yang termegah saat itu ialah perpustakaan Bayth Al- hikmah ,&lt;br /&gt;yang di dirikan oleh khalifah Harun Ar – Rasyid dan mencapai pucak kejayaan pada massa anaknya ,khalifah AI – Ma`mun . Perpustakaan tersebut berdiri  sampai  pertengahan abad ke – 9, koleksinya menyapai kurang lebih satu juta koleksi  yang berisi teks berbagai ilmu pengetahuan ,sastra dan filsafat dari berbagai negri.&lt;br /&gt;Didalamnya terdapat sebuah ruang baca yang megah dan tempat tinggal para pekerja perpustakaan .Disamping itu ,didalam perpustakaan tersebut juga trdapat tempat pertemuan para ilmuan  untuk mengadakan diskusi-diskusi ilmiah dan tempat pengamatan binatang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Perpustakaan ini lebih menyerupai sebuah universitas .Perpustakaan tersebut juga berfungsi sebagai kantor penerjemahan ,terutama karya-karya kedokteran,filsafat,matematika ,kimia  satronomi dan ilmu alam .Buku-buku yang diterjemahkan di datangkan dari Bizantium dan tempat lainya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Dalam perkembangan selanjutnya hasil terjemahan tersebut di pelajari oleh ilmuan – ilmuan muslim  dan di kembangkan sehingga muncul ah ilmuan – ilmuan baru .Disinilah letak sumbangan islam terhadap ilmu dan peradaban dunia .Dalamkonteks dunia islamsaat itu ,perpustakaan dikelopokan dalam  tiga jenis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Perpustakaan umum, yanh merupakan bagian dari masjid ,madrasah atau lembaga pendidikan dan terbuka untuk umum.&lt;br /&gt;  Perpustakaan setengah umum( semi public ),yang hanya terbuka untuk kalangan  tertentu saja .Perpustakaan jenis ini banyak dijumpai di istana atau di rumah orang kaya .&lt;br /&gt;  Perpustakaan pribadi ,merupakan milik seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya perhatian terhadap  perpustakaan berlanjut sampai abad &lt;br /&gt;ke – 14 M. Tidak hanya kota – kota besar seperti bagdad ,damaskus dan kairo yang mempunyai perpustakaan besar dan kecil ,kota kecil seperti Kufah ,Basrah dan Najat &lt;br /&gt;juga memiliki  banyak perpustakaan .Bahkan tampak sekali di kalangan muslim tertentu ( mentri ,saudagar,bangsawan dan jendral ) saling berlomba – lomba membamgun prpustakaan pribadi .saat itu masyarakat muslim sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan dan memberikan penghormatan setinggi – tingginya terhadap perpustakaan .&lt;br /&gt;            perpustakaan merupakan lembaga yang mengumpulkan ,menyimpan menholah dan menyebarkan ilmu pengetahuan ,sehingga menyebabkan lahirnya ilmuan – ilmuan muslim ternama di dunia sampai sekarang . Sebut saja misalnya Ibn Sina  ( Avienca )yang ahli dalam bidang kedokteran dan terkenal dengan sebutan &lt;br /&gt;" the prince of physician ", Jabir bin hayyan , yang di kenalsebagai bapak kimia ,lalu Muhammad bin Musa Al Khawarizmi,seorang matematikawan ulung dan masih banyaklagi yang lainya .Kejayaan islam tersebutlah yang harus dikembalikan sebagai titik awal kebangkitan umat islam ke – 21 ini. lenyapnya kekuatan umat islam  dalam ilmu pengetahuan membuat peta kekuatan ilmu pengetahuan berpindah ke tangan orang –orang barat yang mayoritas kafir itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa kemunduran umat islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Massa kemunduran ini bermula dari datangnya tentara mongoldibawah  pimpinan Hulagu kan ke bagdad dan menghancurkan bagdad beserta sarana ilmu pengetahuan dan perpustakaan .Seperti yang dikatakan oleh Ai Hakim Al mustansir : bahwa tentara mongol menghancurkan bagdad , jutaan buku di buang ke sungai Tigris yang membentuk semacam " jembatan mengapung ".&lt;br /&gt;           Lalu terjadinya perang salib ( 1096 – 1291 ) yang secara tidak langsung membuat orang – orang barat sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan dan belajar dari islam. Mereka yang tadinya berada pada kehidupan otorits gereja yang mengekang ,merubah keadaanya dengan meggulirkan Renaissance sebagai tahap awal hegemoni barat terhadap dunia .Yang terakhir adanya penjajahan yang di lakukan oleh dunia barat terhadap dunia muslim.Disamping menjajah terhadap fisik ,merekajuga  menjajah secara intelek tual diantaranya dengan mengabilbuku – buku penting karya ilmuan islam untuk di bawa ,di simpan dan dipelajari di negri mereka.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;           Sampai sekarang ,koleksi para ilmuwan islam  masih dapat di lihat diperpustakaan – perpustakaan Negara-negara Eropa seperti Belana ,Inggris ,Sepanyol,Italia ,Jerman Perancis, Denmark dan bahkan di Amerika serikat sekalipun .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Mungkin kita akan sadar akan hal tersebut apabila kita mendengar nasehat Dr.Mustafa Ashi Bai`yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. . . ziarahlah keperpustakaan sehari sekali ,supaya engkau tahu karunia akal yang Allah berikan kepadamu .. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH &lt;br /&gt;Secara umum layanan perpustakaan sekolah ada 2 macam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tertutup &lt;br /&gt;Pada perpustakaan sekolah yang menggunakan system tertutup siswa tidak di perkenankan untik mencari dan mengambil sendiri buku pustaka yang di inginkan ,apabila da yangingin mencari buku harus melalui petugas .&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;  Trbuka&lt;br /&gt;Pada pelayanan system terbuka siswa bebas memilih dan mengambil sendiri buku pustaka ,baik buku yang hanya boleh di baca di tempat ataupun buku yang bole di pinjam ke luar .&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;           Pada kedua sistemini tidak dapat di katakana bahwa system tertutup lebih baik &lt;br /&gt;dari system terbuka atau sebaliknya ,untuk menentukan system yang di gunakan sebaiknya di  sesuaikan dengan kondisi  perpustakaan maupun petugas .&lt;br /&gt;JENIS LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH &lt;br /&gt;Jenis layanan yang di berikan perpustakaan ada dua macam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Layanan Sirkulasi &lt;br /&gt;                   Layanan sirkulasiadalah satu kegiatan di perpustakaan yang melayani peminjaman dan pengembalian buku .Layanan sirkulasi merupakan peredaran semua jenis buku pustaka ,secara terorganisir melalui system aturan dan administrasi yang sesuai prosedur.&lt;br /&gt;                    Tugas pokok layanan sirkulasi antara lain melayani murid yang akan mencari buku ,mengembalikan buku ,memperpanjang peminjaman dan membuat statistic buku yang beredar di pengunjung .&lt;br /&gt;Selain dari itu tugas layanan sirkulasi menurut Sulistyo Basuki ,antara lain :&lt;br /&gt;1. Mengawasi keluarnya setiap buku pustaka dari ruang pustakaan &lt;br /&gt;2. Pendaftaran anggota perpustakaan &lt;br /&gt;3. peminjaman dan pengembalian buku perpustakaan &lt;br /&gt;4. memberikan sanksi bagi bagi anggota yang terlambat mengembalikan buku &lt;br /&gt;5. Memberikan peringatan kepada anggota yang belum mengembalikan pinjaman &lt;br /&gt;6. Menentukan penggantian buku yang hilang oleh anggota &lt;br /&gt;7. Penataan koleksi buku perpustakaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Layanan Referensi &lt;br /&gt;                   Pelayanan referensi adalah pelayanan dalam menggunakan buku –buku refrensi . Di perpustakaan biasanya buku-buku refrensi di kumpulkan tersendiri &lt;br /&gt;Karen sifatnya sebagai buku petunjuk maka harus selalu tersedia di perpustaksaan,&lt;br /&gt;sehingga dapat dipakai setiap saat dan tidak dapat di pinjam keluar perpustakaan .&lt;br /&gt;yang termasuk jenis buku-buku refrensi diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt; Kamus&lt;br /&gt; Ensiklopedia &lt;br /&gt; Otobiografi ( tentang riwayat hidup riwayat seseorang )&lt;br /&gt; Sumber geografis ( yang termasuk dalam jenis ini : atlas,peta,&amp; globe )&lt;br /&gt; Direktor ( meberikan informasi mengenai daftar nama atau alamat tokoh  atau                                 organisasi atau lembaga yang tersusun secara sistematis)&lt;br /&gt; Buku panduan dan pedoman ( atau hand book kumpulan berbagai jenis  informasi yang di susun sec.padat dan siap pakai )&lt;br /&gt; Bibliografi ( memberikan informasi tentang eksistensi sebuah dokumen atau bahan pustaka lain )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROMOSI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH &lt;br /&gt;Tujuan promosi&lt;br /&gt;Promosi adalah meknisme komunikatir pemassaran dangan memanfaatkan tehnik –tehnik dan forumpertukaran informasi antara organisasi dengan konsumen, dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang di sediakan oleh organisasi (Hermawan kertajaya : 2003 ).&lt;br /&gt;             Menurut Jerome dan Andrew kegiatan promosi sedikitnya mempunyai empat tujuan ,yaitu ,menarik perhatian menciptakan kesan ,membangkitkn minat dan memperoleh tanggapan &lt;br /&gt;            Tujuan promosi perpustakaan sebenarnya adalah untuk memperkenalkan perpustakaan,koleksi buku perpustakaan,jenis dan manfaat yang dapat di peroleh dari perpustakaan .Melalui kegiatan pronmosi di harapkan masyarakat sekolah .&lt;br /&gt; Bentuk promosi &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;           Perpustakaan sekolah juga perlu melakukan promosi kepada siswa atau guru serta karyawan lingkungan sekolah.Promosi yang di lakukan di perpustakaan sekolah sedikit berbeda dengan promosi perpustakaan umum atau perpustakan lainya .Bentuk promosi yang di dapat di lakukan oleh perpustakaan sekolah antara lain :&lt;br /&gt;1. Membuat poster&lt;br /&gt;          Poster dapat di tulis pada kertas yang agak besarukuranya dan di tempatkan pada ruang perpustakaan atau papan pengumuman sekolah .Adpun isi poster tentang himbauan pentingnya membaca .&lt;br /&gt;2. Pameran buku &lt;br /&gt;             Pameran buku merupakan salah satu bentuk  promosi yang dapat di lakuakan oleh perpustakaan secara periodik,misalkan bertepatkan dengan hari-hari besar nasional,ataupun pada hari-hari besar islam ,dll.&lt;br /&gt;3. penataan ruang yang baik &lt;br /&gt;               Penataan ruang yang baik ,bersih,rafi,  dan adanya ruang baca yang nyaman merupakan salah satu promosi tidak langsung tetapi pengaruhnya cukup kuat untuk mengajak siswa dating ke pwrpustakaan .&lt;br /&gt;4. Mengadakan kegiatan di dalam perpustakaan &lt;br /&gt;              Kegiatan-kegiatan yang di lakukan di dalamperpustakaan juga merupakan &lt;br /&gt;       bentuk promosi yang dapat merik minat siswa untuk datang ke perpustakaan.&lt;br /&gt;       Seyogyanya perpustakan sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mencari dan membaca buku ,tapi juga perpustakaan bisa menjadi sarana untuk mengadakan kegiatan-kegiatan ilmiah ,seperti diskusi terbuka, forum kajian ilmiah ,dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-2676340150213009547?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/2676340150213009547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/mari-mengenal-perpustakaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/2676340150213009547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/2676340150213009547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/mari-mengenal-perpustakaan.html' title='Mari Mengenal Perpustakaan'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-4761738854201915767</id><published>2009-07-02T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T08:24:19.641-07:00</updated><title type='text'>Hasil Seminar Jurnalistik</title><content type='html'>Redaksi yang mampu memikat&lt;br /&gt;Oleh munib al-ansori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Deadline, teman setia dan kawan sejatiku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Malam itu keisya seakan tersihir, diatas karpet merah jambu, berbalut kaos hijau toska dengan motif flora. Siswi kelas dua SMA ini tampak terbaui oleh laporan utama sebuah majalah remaja. Keisya memang di kenal hobi membaca majalah. Ddari hobi itu pula gadis berparas cantik, anggun dan etnik ini cukup pintar membandingkan isi suatu majalah dengan majalah yang lainnya. ”Aku paling suka membaca majalah yang bahasanya enak di baca dan ada bumbu-bumbu sastra.kalau ada yang kayak gitu aku pasti lupa makan lupa tidur.” Ujar pemilik nama lengkap Keisya Nawang Wulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Itulah hobi keisya punya hobi membaca,ditengah kurangnya minat baca generasi muda sekarang merupakan ikhwal yang cukup mempesona.kamu pun boleh punya hobi seperti keisa.bahkan cekup disarankan untuk itu.kalau kamu rajin membaca majalah,lalu kamu terbiasa membandingkan isinya antara yang satu dengan yang lainya,maka kamu akan menui sensasi yang berbeda.sensasi yang berbeda itu bisa di peroleh dari sisi penyampean,pilihan kata,susunan frasa dan kalimat,pilihan-pilihan poto,layout,dan lain-lain.kesemuanya itu akan mementukan kualitas media (dalam hal ini majalah) yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “tabloid ini kok bahasanya garing banget siy”,celetuk seorang anak gaul,penuh sesal.”eh, jangan asal maen cela gitu!ii susah kali bikinnya.coba lo jadi Redaksinya!,”timpal suatu teman di sebelahnya,nyerocos.yah barang kali kedua anak gaul itu tidak sadar.bahwa apa yang mereka bicarakan punya hubungan timbal balik.satunya mengkriyik hasil kerja Redaksi,sedangkan yang lainya memberi tahu bahwa kerja Redaksi itu tidak gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam sebuah media massa umum, biasanya bagian Redaksi (Editor department)di bedakan atas bagian usaha (Business Department) untuk bagian yang di sebut ini mengurusi pemassaran, bisnis, kepegawaian atau hal-hal lain di luar isi media. Umumnya juga bagian ini di pimpin oleh manajer pemassaran atau pimpinan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah kalau kamu pernah ikut membidangi terbitan di sekolah,maka boleh jadi kamu sudah sangat akrap dengan kerekdasian. Tim Redaksi_yag di komandoi oleh seorang Pemimpin Redaksi (pamred)_adalah penentu isi dari suatu media,yang oleh karena itu, keberadaanya sangat penting.secara agak detail kurang lebih tugasnya adalah meliputi menyusun,menulis,ayau menyajikan informasi berupa berita utama,berita pendukug,laporan khusus,opini sampai feature dan cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itulah sebabnya,kalau misalnya kamu pernah punya pengalaman seperti keisya, yakni sampai lupa makan lupa tidur saat baca majalah, itu artinya tim Redaksi telah berhasil menyajikan kenten media itu secara menarik. Dan memang menulis laporan jurnalis tidak hanya butuh kedalaman sajian. Tapi bagai mana sajian itu bisa menarik, memikat. Bagai mana tulisan itu bisa memicu emosi pembaca, renyah, dalam popular dan meninggalkan Kesan usai membacanya. Maka, disinilah, selain dibutuhkan kerja keras tim Redaksi untuk menggali fakta, juga dibutuhkan kemampuan penulisan dan editing yang terus meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi Yang Berkualitas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membuat kerja Redaksi yang berkualitas, dengan harapan mempu membidani lahirnya media yang bermutu pula, beberapa hal perlu kamu perhatikan, antara lain menentukan visi-misi media itu berikut rubrikasi dan penentuan criteria tulisan (membuat SOP-Standart operasi pelaksana), menyusun organisasi Redaksi berdasarkan SDM yang mumpuni dan solid, serta pembagian kerja yang jelas dan tertata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buatlah alur kerja yang jelas dan disepakati, seperti contoh berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. News Planning (rapat Redaksi, membahas rencana isi majalah, misalnya tiap tanggal 1 tiap nulannya sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). &lt;br /&gt;b. News Hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan, bisa melalui wawancara dan/atau studi literatur).&lt;br /&gt;c. News Writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah).&lt;br /&gt;d. News Editing (penyuntingan naskah, koreksi dan penyesuaian naskah dengan spaca/kolom yang tersedia), lalu masuk ke&lt;br /&gt;e. Graphic Design (layout, artistik, ilustrasi), dan masuk kepercetakan deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal lain yang tak kalah penting kamu perhatikan sebagai anggota dewan  Redaksi media adalah terus belajar. Satu diantara permassalahan dunia jurnalistik adalah keengganan untuk belajar, malas untuk terus mengasah kemampuan. Apalagi kamu yang jadi penulis, harus rajin membaca buku. Baik itu jurnal, terbitan berkala, kamus, novel, cerpen, kitab suci dan seterusnya. Dari belajar, rajin baca, sensitif isu, dan keingin tahuan tinggi, maka kamu akan tahu mana sajian yang menarik, enak dibaca, dan dikangeni oleh siding pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhirnya, kalau boleh menyederhanakan, media yang baik adalah hasil kerja Redaksi yang baik pula. Redaksi yang baik, adalah himpunan dari visi-misi media yang jelas, pengorganisasian, keRedaksian yang professional sesuai posisi masing-masing bidang, perencanaan kerja yang teratur, alur kerja yang ditaati, dan pelaksanaan program dan rencana yang sesuai standart pelaksanaan, pilihan-pilihan rubrikasi berikut penyajian tulisan yang menarik, evaluasi yang membangun, dan tak kalah penting juga adalah semangat untuk belajar, belajar, dan belajar…... selamat memulai ……. !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penulis tercatat sebagai mahasiswa sastra arab UI, yang juga seorang reporter disebuah majalah budaya di Jakarta. Serpihan data dan informasi dalam tulisan ini berasal dari berbagai sumber. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran :&lt;br /&gt;Pembagian Tugas Sebuah Tim Redaksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemimpim Umum (General Manager)             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia bertanggungjawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik kedalam maupun luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hokum kepada pemimpim Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (Redaksional) dan kepada Pemimpin usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemimpin Redaks (Komandan Lapangan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemimpin Redaksi (Editor In Chief) bertanggungjawab terhadap mekanisme dan aktifitas kerja keRedaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpimnya. Disurat kabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan Redaksional. Ia bertindak sebagai jendral atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki karena ia harus bertanggungjawab jika pemberitaan medianya “Digugat” pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemimpin Redaksi juga bertanggungjawab atas penulisan dan isi tajuk rencana (Editorial) yang merupakan sikap Redaksi terhadap suatu isu. Jika PEMRED berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur pelaksana, salah seorang anggota dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang reporter atau siapapun dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat medianya mengenai suatu massalah aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dewan Redaksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dewan Redaksi biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasehat bagian Redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran Redaksi dalam melaksanakan pekerjaan Redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permassalahan penting Redaksional itu misalnya menyangkut berita yang sangat sensitive. Atau sesuai tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi-misi penerbitan yang sudah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Redaktur Pelaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di bawah PEMRED biasanya ada Redaktur Pelaksana (Managing Editor). Tanggungjawabnya hamper sama dengan PEMRED/WAPEMRED, namun lebih bersifat etnis. Dialah yang meminpin langsung aktifitas liputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan Editor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Redaktur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Redaktur (Editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktifitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di Internal Redaksi, mereka disebut Redaktur desk (DESK EDITOR), karena bertanggungjawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang Redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olah raga, dan sebagainya. Karena itu ia dikenal pula dengan sebutan “Jabrik” atau penanggung jawab rubrik.               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Redaktur Pracetak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur pracetak atau Redaktur artistik. Ia bertanggungjawab menangani naskah siap cetak dari para Redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan kepercetakan dan sudah diset bersih, disain cover dan perwajahan (tata letak, layout, artistik) dan hal ihwal sebelum media dicetak. &lt;br /&gt;Bagian lain yang berada di bawah koordinasi Redaktur pracetak adalah setter atau juru ketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula korekter yang bertugas mengoreksi (membetulkan) kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Reporter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di bawah para Editor adalah para Reporter. Mereka merupakan “Prajurit” dibagian Redaksi mencari berita lalu membuat atau menyusunnya merupakan tugas pokoknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Fotografer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fotografer (wartawan foto atau juru potret) tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang sekarat dengan wartawan tulisan (reporter).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan foto jurnalistik (Journalistic Photoghrapy, Photoghrapy Communications) fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform) meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Koresponden &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula koresponden (Correspondent) atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang dtempatkan di Negara lain atau di Kota lain (daerah), diluar wilayah dimana media massanya berpusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kontributor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kontributor atau penyumbang naskah/tulisan secara struktual tidak tercantum dalam struktur organisasi Redaksi. Ia terlibat dibagian Redaksi secara fungsional. Termasuk kontributor adalah para penulis artikel, kolonis, dan karikaturis. Para sastrawan juga menjadi kontributor ketika mereka mengirimkan karya sastranya (puisi, cerpen, esei) ke sebuah media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wartawan lepas (Freelance Journalist) juga termasuk kontributor. Wartawan lepas adalah wartawan yang tak terikat pada media massa tertentu sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas usahanya yang dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Termasuk kontributor adalah wartawan pembantu (sringer). Ia bekerja untuk sebuah perusahaan namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima homorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bidang Pendukung Redaksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja Redaksi adalah bagian perpustakaan dan dokumentasi serta penelitian dan pegembangan (litbang). Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan Redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-4761738854201915767?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/4761738854201915767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/hasil-seminar-jurnalistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4761738854201915767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4761738854201915767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/hasil-seminar-jurnalistik.html' title='Hasil Seminar Jurnalistik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-8280787609848952871</id><published>2009-07-02T08:19:00.001-07:00</published><updated>2009-07-02T08:19:38.599-07:00</updated><title type='text'>Dari Seminar Jurnalistik</title><content type='html'>Zacky Khairul Umam : &lt;br /&gt;zackykhumam@gmail.com :               Koordinator Nasional Bidang Sosial Budaya Pergerakan Pemuda Kommpak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P E R S P E K T I F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan pernah berpikir kerdil, selalu berpikir hal-hal besar, berani bertindak, dan guratkan dalam tulisan yang bercakrawala !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan amsal berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] “…Wajahnya kuyu. Di pojok ruangan kelas itu merunduk seorang santri. Matanya tak berbinar, kemerah-merahan, dan setiap orang memerhatikannya, pandangannya bukan sebuah  asa tetapi mala. Meski banyak orang yang sudah mengiburnya, tak satupun yang berhasil membuat riang. Ria namanya. Sejak ibunya meninngal dunia sehari yang lalu, putri semata wayang itu tak jua bersemangat mengaji. Sedu-sedan menghiasi detik-detik harinya”. Sungguh malang !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] “…Penelusuran kasus santri yang di duga bertindak kriminal sampai pada sebuah kesimpulan bahwa dalang di baliknya ialah dedengkot santri nakal yang bernama Bidun. Lelaki berparang kasar dengan kedua bola mata besar ini memang selalu membuat ulah. Data yang berhasil di olah MISSI dari Pusat Dokumentasi dan Data Santri PP Assalafiyah Purworejo, menunjukan bahwa Bidun terlibat lima kali perbuatan tidak senonoh yang mencoreng pondok pesantren, diantaranya kasus pencurian, pemerasan, pelecehan seksual, kekerasan dan sekali ketahuan menggondol dana pembangunan masjid. Semua perbuatannya sudah mendapat ampun dari Dewan Takjir pesantren itu setelah sanksi bertubi ditanggungnya. Namun tindakan terakhir yang ikut membawa kriminalitas secara kelompok mengancam Bidun pada dua sanksi : pertama, dikeluarkan secara tidak terhormat dari pesantren, dan kedua, berhadapan di depan aparat penegak hukum. “Ancaman hukuman 5 tahun penjara menantinya “,demikian tuntut seorang jaksa…………..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] ”Wajah pendidikan di Indonesia menuntut perubahan mendasar, termasuk perubahan fundamental pada pendidikan pesantren. Di era globalisasi yang menuntut penguasaan modal pikiran, informasi dan tekhnologi membuat wajah pendidikan pesantren harus ikut mengakomodasi modernitas dalam kurikulum dan system pengajarannya. Pengajaran Bahasa Asing, seperti Bahasa Inggris dan Arab misalnya, sudah demikian mendesak dijadikan bahasa wajib dalam system pesantrn yang tradisional. Demikian halnya dengan kurikulum yang selama ini diidentikkan dengan ilmu dunia semacam Fisika, Kimia, Matematikadan seterusnya, pemangku pesantren perlu mengerti betul peranannya dalam kehidupan dewasa ini. Konsep keilmuwan yang integral dengan tidak memisahkan ilmu keagamaan dan ilmu duniawi atau yang populer dengan istilah ‘SEKULAR’ (Latin : saeculum, dunia) merupakan konsep pengetahuan yang ideal bagi pengembangan peradaban islam. Pesantren merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa, mengingat kontribusinya yang besar pada aspek pencerdasan. Akan tetapi, jika kenyataannya masih banyak pesantren yang tidak mau berbenah diri, alamat spirit kemajuan tidak mudah dikembangkan. Itulah tantangannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan : Apa makna yang bisa kita tangkap dari ketiga contoh tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita mulai dari yang terakhir. Contoh ketiga ditulis sebagai sebuah pendapat atas sebuah problematika yang sedang menghadang sebuah pondok pesantren. Tulisan tersebut ditulis sebagai sebuah penilaian, bersifat evaluatif. Atau dengan kata lain bisa pula dinamakan kritisisme. Bahasanya bernas dan langsung membidik persoalan. Jenis (potongan) tulisan seperti ini kita namakan dengan artikel opini. Dalam sebuah majalah rubric/kolom “opini” bisa ditulis oleh orang dalam (pekerja Redaksi) atau orang luar (para pakar, peneliti atau penulis pada umumnya). Sifat opini membedahkan sudut pandang yang focus membahas sebuah persoalan, yang bisa disajikan kritik, penguatan argumen kesetujuan, membongkar akar massalah, memberikan sosusi konstruktif dan seterusnya yang bisa bersifat personal atau individual tanpa harus menyertakan representasi kelembagaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat kita membaca contoh kedua, terbetik dalam pikiran kita sebuah penelusuran kasus kriminalitas yang ditelisik secara mendetail, akurat, tajam dan langsung menukik pada batang persoalan. Mari kita namakan hal itu sebagai ragam jurnalisme investigatif. Ragam ini sengaja dituliskan sebgai reportase yang menyelidiki suatu peristiwa penting yang sedang hangat-hangatnya. Kenapa harus investigatif  ? kerumitan dan berlikunya akar persoalan sebuah perkara, yang tentu membutuhkan pemahaman yang jeli, membuat seorang reporter atau wartawan sekaligus sebagai “SPIONASE”  yang mirip dijalankan oleh polisi atau intelijen. Kasus narkoba, penggelapan uang, woman trafficking, kasus korupsi dan seterusnya biasanya yang laris dijadikan objek ragam jurnalisme ini.tulisan yang berbobot dan mampu membongkar sebuah peristiwa akan mampu memberikan warna tersendiri dalam sebuah media dan hal ini yang menjadi salah satu penentu sebuah media mendapat sambutan yang baik atau tidak dari pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perkembangan penulisan jurnalisme, memberikan ruang yang leluasa untuk mengeksplorasikan khazanah baru dalam tradisi penulisannya. Salah satu yang amat popular dan kini menjadi trend ialah jenis penulisan jurnalisme sastrawi. Contoh pertama mendekati jenis penulisan ini. Signifikansi yang dihasilkan ialah kesan mendalam tentang sebuah peristiwa. Kita akan berlarut menikmati sebuah kejadian secara meliuk-liuk tanpa bosan untuk membacanya. Kata-katanya bisa seliar kala kita membaca sebuah prosa, indah tak tepermanai. Bahkan bisa pula menggigit karena logikanya yang seperti kerketiak ular, lincah, melenggak-lenggok mendeskripsikan kejadian. Jenis penulisan ini memang sengaja dibikin mirip dengan tata penulisan sastrawi, tetapi tetap setia dengan keaktualan berita dan penelusuran yang jeli. Coba perhatikan Koran kompas halaman pertama di samping pojok kiri bawah, atau tulisan-tulisan jurnalis majalah Tempo, pembaca akan menemukan sudut pandang yang asyik-masyuk untuk diikuti. Bahkan dinikmati, dicerna dan diartikulasikan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketiga amsal itu hanya segelintir contoh dari hamparan jenis tulisan dan jenis penulisan. Kata kunci yang epat untuk memperoleh kedalaman, kejelian, keterfokusan, keindahan dan keakuratan ialah sejauh mana kita memegang perspektif sebuah massalah. Sesulit apapun seperti sebuah isu, wacana, kejadian, fenomena, atau problematika, saat kita menemukan perspektif yang pas maka kita akan mampu mendedahkan makna melalui kata-kata yang bisa liar, lincah, menukik, atau kadang menggelikan. “PERSPEKTIF” merupakan sudut pandang kita melihat sesuatu. Dari sudut mana kita lihat, di situ akan didapatkan cakrawala yang kita inginkan. Jadi terserah kepada penulisnya, mau melihatnya secara deduktif-induktif misalnya, secara eksploratif, imajinatif dan seterusnya. Pemerkayaan makna (petanda) terdapat pada tali-kelindan kata-kata (penanda) dan sebuah perspektif menjadi titik tolak dari mana kita mulai membangun sebuah cakrawala. Respublica Literaria !                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            &lt;br /&gt;                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-8280787609848952871?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/8280787609848952871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/dari-seminar-jurnalistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/8280787609848952871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/8280787609848952871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/dari-seminar-jurnalistik.html' title='Dari Seminar Jurnalistik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-3924990701954467927</id><published>2009-07-02T08:18:00.001-07:00</published><updated>2009-07-02T08:18:42.362-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Seminar Jurnalistik</title><content type='html'>&lt;br /&gt;NARASUMBER SEBAGAI BAGIAN DARI INDUSTRI INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Saat ini, jurnalistik sudah menjadi sebuah industri. Seperti perusahaan-perusahaan lain yang memproduksi barang, tentulah mereka menjual .dan memproduksi barang komoditi sebagai penjualannya. Tetapi tidak dengan industri informasi. Memang, mereka mencetak dan menjual Koran, majalah, atau tabloid sebagai barang dagangannya. Tetapi bukan itu esensinya. Sesungguhnya mereka bukan menjual barang yang kasat mata seperti yang disebut barusan. Ada unsur metapisis yang menjadi komoditinya. Berita atau lebih tepatnya peristiwa. Itu yang sesunggunya mereka jual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam dunia jurnalistik, salah satu unsure yang sangat penting dan berbeda dengan industri lainnya adalah kehadiran narasumber sebagai bagian dari komoditi. Mengapa narasumber menjadi penting ? tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk mendapatkan informasi tentang suatu kejadian, apalagi kejadian itu actual sehingga masih dijemput dalam ingatan atau bahkan dalam penglihatan kita, tentu saja bukan hanya bukti-bukti paktual yang bisa dijadikan sumber penulisan berita. Namun, kehadiran nara sumber juga sangat penting, ini untuk memperkuat dan agar semakin mendekatkan berita yang kita tulis dengan fakta sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk menunjang atau guna keperluanpenulisan sebuah laporan, maka harus kita tentukan siapa-siapa saja yang kira-kira bisa dijadikan narasumbernya. Tentu saja tidak bisa orang sembarangan mengingat relavansinya dengan berita yang akan kita tulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh sebab itu, sesuai dengan pengalaman penuli berusaha memburu dan berusaha menjaring narasumber, maka penulis mengatagorikan narasumber kedalam 5 jenis : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cendikiawan, &lt;br /&gt;2. Politisi dan Birokrat, &lt;br /&gt;3. Pengusaha,&lt;br /&gt;4. Selebriti,&lt;br /&gt;5. Masyarakat Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari kelima narasumber yang diklasifikasikan, ada berbagai tantangan untuk bisa menjadikan mereka sebagai sumber. Berbagai kesulitan kita bisa temukan pada masing-masing jenis narasumber. Untuk itu, maka kita harus bisa mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan itu seghingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kita saat melakukan reportase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada Cendikiawan, hal yang harus kita lakukan pertama kali adalah melakukan riset serius sehingga kita bisa menyatakan ideology dan gaya berpikir dari orang yang hendak kita wawancarai. Selain itu, yang harus diperhatikan, biasanya sebagian besar Cendikiawan banyak menggunakan istilah-istilah asing atau yang jarang didengar. Oleh karena itu, selain kita harus mengenal lebih jauh tentang cara berpikirnya kita juga harus akrab dengan istilah-istilah yang biasa digunakan dalam dunia akademis. Itu jika kita tak mau dianggap dan bahkan dibodoh-bodohi oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada Politisi dan Birokrat, kesulitan yang pertama dan utama adalah cara mendekati mereka. Ketika kita hendak mewawancarai, selalu saja aturan protokoler menghadang laju kita jika aturan protokoler itu bisa kita tembus, maka sekitar 70 % kita sudah berhasil. Massalah teknis wawancara, mungkin mereka lebih mudah dan tidak terlalu banyak cincong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pada Pengusaha, sama kasusnya dengan Politisi atau Birokrat, aturan protokoler selalu saja membentengi. Alasannya adalah kesibukan dan jadwal yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada Selebriti, juga sama kasusnya. Namun yang harus diperhatikan, jika kita ingi mewawancarai selebriti, sebaiknya kita melontarkan dan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dicerna saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pada Masyarakat umum, teknik yang digunakan adalah dengan cara mengajak ngobrol dan jangan sampai kita melakukan hal bodoh dengan menyodorkan recorder kemuka mereka. Mereka tidak terbiasa dengan itu. Kalau kita melakukannya, niscaya buruan kita akan lepas itu disebabkan mereka merasa minder dengan status mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal lain yang harus dilakukan oleh seorang jurnalis adalah berusaha memperluas jaringan sebanyak mungkin. Terutama dengan sesame jurnalis. Karena dengan itu, kita bisa saling menginformasikan dan membantu dalam rangka reportase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perlu dicatat juga, bahwa semua orang bisa menjadi narasumber. Untuk itu, ketajaman telinga harus tetap dijaga. Seorang jurnalis yang handal memiliki telinga dimana-mana. Juga harus bisa bergaul dengan siapa sja yang ditemui. Karena bisa saja informasi itu kita dapat dari mereka yang kita ajak ngobrol tanpa sengaja.             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-3924990701954467927?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/3924990701954467927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/ilmu-seminar-jurnalistik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3924990701954467927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3924990701954467927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/ilmu-seminar-jurnalistik.html' title='Ilmu Seminar Jurnalistik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-3201952047568630891</id><published>2009-07-02T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T08:17:17.654-07:00</updated><title type='text'>Seminar Jurnalistik</title><content type='html'>FOTOGRAFI &lt;br /&gt;Oleh : Titah Hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sebagai berita visual, fotografi jurnalistik juga konon mampu mewakili ribuan kata. Disinilah arti penting fotografi jurnalistik sebagai citra yang berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kekhasan bidang fotografi terletak pada alat bantu utamanya yaitu kamera berikut prosesnya. Sejak ditemukannya, CAMERA OBSCURA memang diharapkan untuk merekam realitas secara persis. Cikal kelahirannya antara lain dilatari keinginan pelukis untuk membuat gambar yang realis. Susan Sontag dalam In Plato’s Cave mengatakan bahwa fotografi seperti halnya lukisan, gambar dan tulisan adalah interpretasi dunia. Dulu kamera disambut baik oleh karena ketepatannya merekam realitas secara statis, namun pada perkembangan wacana, nampak ada perdebatan tentang realitas yang diabadikan. Kata kuncinya adalah fotografi bukan lagi mimetic atau tiruan dari realitas tapi hasil karya foto seperti yang dikatakan Susan Sontag adalah bentuk interpretasi dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Foto jurnalistik juga mempunyai ciri dan aturan yang sudah baku, salah satunya adalah gabungangambar dan kata. Kata-kata ini biasa disebut caption (biasa berada dibawah foto). Idealnya, foto dan gambar ini harus mengandung unsur-unsur 5W (what, who, when, where, why) dan 1H (how).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lingkup foto jurnalistik adalah manusia. Mediumnya biasanya tercetak, sebagaimana adanya, disajikan jujur, komunikatif, jelas dan mudah dipahami. Dua karakter ini melengkapi caption tadi. Pada fungsinya, foto bisa berlaku sebagai ilustrasi dari tulisan terkait atau bisa berdiri sendiri sebagai berita. Selain itu dalam menghasilkan foto jurnalistik, seorang wartawan foto pun bekerja dalam dua proses, teknis dan nonteknis. Teknis, berarti ia menggunakan kameranya sebagai alat bantu, dan Nonteknis berarti, ia mengerahkan segala kemampuannya untuk melihat suatu peristiwa dari kacamata jurnalistik. Layaknya pembuatan sebuah berita, sebuah foto jurnalistik juga harus memperhatikan berbagai macam aspek, terutama aspek etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Photographer jurnalistik memang berangkat dari realitas konkrit fotografer juga bekerja pada dimensi bcitra. Citra disini memegang peranan kuat dalam zaman yang disebut Milan Kundera sebagai era imagologi. Misalnya, bagaimana kita bisa bersimpatin pada gerakan mahasiswa, antara lain disebabkan oleh kuatnya citra foto yang dibangun oleh fotografer dan termuat diberbagai media massa. Empati internasional pun terbangun ketika melihat foto para new Yorker berlarian dengan latar kepulan pekat asap hitam gedung WTC yang ditabrak. Atau pada foto yang bertebaran di internet misalnya, yang membuat perasaan siapa saja kala melihat kepala copot dari badan di kerusuhan rasial di Sampit, Kalimantan. Citra dalam hal ini sanggup untuk membangkitkan empati atau bahkan anti pati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagi Sunan Sontag “PHOTOGRAPHY CAN AFFECT SOCIAL AND MORAL ACTION AND CONDITION”. Pendapat ini bisa dipakai untuk memahami bahwa penentu citra antara lain ditangan para photographer ini, dari jepretan merekalah informasi visual kita dapatkan. Hanya saja, perdebatan yang sering kali muncul adalah apakah foto-foto itu berdasarkan realitas obyektif atau hanya sebuah bentuk tafsir dari juru potretnya (subyektif). Bagi Photographer Oscar Matulloh dalam wawancara di Dialog Seni Kita UNISI FM, fotogra jurnalistik memang subyektif. Oscar juga mengaitkan segi moralitas dalam potografi jurnalistik. Misalnya pernah ada photographer Indonesia yang memberi catatan pada karya fotonya tentang kekerasan di Kalimantan agar jangan dipublikasikan oleh pertimbangan bahwa korbannya juga sesamanya sebagai orang Indonesia.  Atau pemenang Pulitzer, Kevin Carter yang mendapat kecaman keras pada hasil jepretannya yang controversial, yaitu tentang bocah Sudan yang mencari makan dengan seekor burung Nazar (burung pemakan bangkai) yang seolah siap memangsanya. Carter akhirnya bunuh diri, contoh ini bagi Oscar menyatakan tentang suatu keberpihakan moral photographer. Disisi lain dua contoh ini juga menyiratkan betapa kuatnya pengaruh citra dalam fotografi pada persepsi public yang dicitrakan foto. Seperti citra simpatik yang secara muncul pada foto mahasiswa berpelukan dengan latar pidato pengunduran diri Suharto di berbagai media kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pencitraan dalam karya foto jurnalistik dilematis. Pertama, juru potret mempunyai keinginan untuk menampilkan kenyataan secara utuh, sementara disisi lain, kenyataan yang ia tangkap tak lepas dari banyak pertimbanyan mulai kal teknis hingga idealisasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-3201952047568630891?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/3201952047568630891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/seminar-jurnalistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3201952047568630891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3201952047568630891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/seminar-jurnalistik.html' title='Seminar Jurnalistik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-5784056665812615974</id><published>2009-07-02T08:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T08:14:25.298-07:00</updated><title type='text'>Selalu Ada Awal</title><content type='html'>Bruk……..&lt;br /&gt;Astagfirullah al-adzim………..&lt;br /&gt;Bruk………..&lt;br /&gt;Ya Allah aku benar-benar tidak bisa berdiri, Kaki kanan dan kiriku lemas, tak tersisa tenaga di dalamnya sekedar untuk menopang tubuhku dalam beberapa detik saja. Urat-urat yang membelit di sepanjang tungkai sampai ujung jari kurasakan tegang bagai tersengat aliran listrik, dan sama tak berdaya seperti akar yang tercerabut dari tanah tempatnya hidup. Aku mencoba kumpulkan seluruh tenaga, bertumpuk-tumpuk keyakinan aku sematkan dalam dada. Aku harus berdiri, aku harus berdiri. Harus……..&lt;br /&gt;Bruk……….&lt;br /&gt;Allah, usahaku sia-sia. Kedua kakiku sudah tidak berfungsi lagi. Jangankan tuk berjalan, berdiri saja sudah tidak sanggup.&lt;br /&gt;Lumpuhkah aku?&lt;br /&gt;Ya Allah jangan cepat-cepat kau ambil kenikmatan yang tersimpan dalam kedua kaki ini. Ya Allah Aku sadar belum bisa menjadi hamba yang benar-benar bersyukur atas segala nikmat yang telah engkau limpahkan namun jangan kau coba aku dengan cobaan yang begitu berat ini.&lt;br /&gt;Ya Allah aku adalah hambamu yang belum mampu melaksanakan amanah yang kau titipkan dalam rangka tubuhku dan dalam ilmu yang kau wahyukan melalui hamba-hambamu yang mulia dan dekat denganmu.&lt;br /&gt; Aku lumpuh!!!???&lt;br /&gt;Umurku baru menginjak 18 tahun. Masih teramat panjang jalan yang harus aku tempuh, teramat banyak cerita yang ingin aku ukir. Aku masih ingin mengejar cita-cita yang telah lama  tersimpan dalam ruang khayal. Aku ingin menjadi seorang pemimpin. Pemimpin seperti Umar ibnu Khattab yang gagah, tegas ditakuti oleh kawan dan lawan. Pemimpin yang cerdas dan inovatif seperti Harun Al- Al Rasyid. Aku ingin menjadi pemimpin yang mampu mewujudkan mimpi bangsanya seperti Ir. Soekarno.&lt;br /&gt;Selagi muda bercita-citalah karena kebahagiaan di hari tua selalu menjadi milik para pemuda yang bercita-cita.Bilaku bayangkan bahwa kebahagian adalah milik para pemuda yang bercita-cita akankah para pemuda yang tak mempunyai cita-cita akan memperoleh kebahagiaan. Teringat aku tulisan seorang motivator muda asal negri jiran Malaysia, Andrew Ho, "Impian yang besar akan menjadikan seseorang berusaha mengadaptasikan sikap menjadi penuh tenggang rasa, jujur, hormat, tegas, inisiatif, berjiwa basar dan lain sebagainya. Orang yang mempunyai impian akan selalu dapat mengendalikan sikap dengan pikirannya."&lt;br /&gt;Ho ya  benar menurutku, dengan cita-cita kita mampu mengendalikan diri sehingga tidak mudah tertipu oleh iming-iming orang lain. Aku selalu berusaha menggantungkan cita-citaku di langit yang paling tinggi. Ketika kebanyakan teman-teman bercita-cita ingin menjadi guru, dokter, pengusaha, aku dengan yakin mengatakan bahwa aku akan  menjadi  pemimpin  mereka. Aku ingin menjadi seorang presiden. "Impikan dan bidiklah selalu lebih tinggi dari pada yang anda sanggupi. Jangan hanya bercita-cita lebih baik dari pada pendahulu atau sesama anda. Cobalah menjadi lebih baik dari pada diri sendiri." William Faulkner, seorang penulis novel menguatkan diriku dengan apa yang aku yakini.&lt;br /&gt;Terkadang teman-teman menganggap aku tidak realistis, terlalu tinggi mengkhayal, mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin tercapai, bagai pungguk rindukan bulan. Mereka bilang bagaimana mungkin wong ndeso sepertiku yang hanya terlahir dari rahim ibu tamatan Sekolah Dasar dengan seorang ayah yang berprofesi sebagai sopir bisa menjadi seorang presiden. Bagiku ejekan seperti itu sudah biasa, tak perlu aku ladeni orang-orang yang memandang dengan sebelah mata. Satu ungkapan dari Napoleon Benaporte sudah lebih dari cukup untuk membungkam  mulut –mulut usil mereka. "Nothing easy but nothing impossible"&lt;br /&gt;Siapa yang pernah menyangka akan ada orang yang mampu mendarat di bulan? Jangankan berpikir untuk mendarat, membayangkan alat untuk bisa terbang saja manusia beberapa abad yang lalu tidak pernah sampai. Nyatanya Neil Armstrong membuat dunia tercengang dengan menjadi manusia pertama yang merasakan lembutnya lautan pasir di permukaan bulan.&lt;br /&gt; Peramal atau tukang sihir macam apa yang berani menyatakan akan ada alat yang bisa membuat jarak tidak berarti untuk menghubungi seseorang?. Manusia yang berpikir, mempunyai keinginan keras untuk berbuat sesuatu didukung dengan sedikit kemampuan bisa menjadikan yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Alexander Graham Bell membuktikan bahwa keinginan keras tidak memiliki batas kecuali tangan Tuhan. Pada tahun 1876, ia mampu menciptakan alat komunikasi jarak jauh yang sekarang popular dengan nama telephone. &lt;br /&gt;Teramat banyak ketidak mungkinan yang menjadi mungkin di tangan orang-orang berkeyakinan sekeras karang seperti Thariq ibnu Ziad, pemimpin pasukan muslim yang bisa menaklukan Andalusia. Elizabet I, ratu Inggris muda belia yang mampu mengusir armada perang Spanyol, padahal waktu itu armada perang spanyol adalah yang terbesar di dunia dan baru saja mengalahkan armada perang Turki. Thomas Alpha Edisson, sang pencipta bola lampu setelah melakukan eksperimen sebanyak seribu kali. Dan banyak lagi great people yang telah mengukir nama mereka dalam tinta sejarah. &lt;br /&gt;Aku ingin seperti mereka, berbuat sesuatu untuk orang banyak. Mencurahkan perhatian dan segenap kemampuan untuk membawa manusia dari jurang nestapa menuju dunia yang penuh dengan kebahagiaan. Tapi dengan keadaanku sekarang mampukah aku mengejar mimpi-mimpiku itu?. Jangankan untuk bisa berbuat bagi banyak orang, sekedar menolong diri sendiri berdiri tanpa pegangan tangan ke dinding pun aku tidak bisa. Aku lumpuh, kedua kakiku tidak bisa berdiri. Aku tak berguna tiada beda dengan pohon yang tercerabut dari tanah. Bagaimana mungkin ia bisa berbuah bila berdiri tegak sudah tidak bisa lagi. Bagaimana mungkin ia menaungi para pencari keteduhan bila daun-daunya beranjak kuning dan berguguran satu demi satu meninggalkan batangnya yang semakin kerontang. &lt;br /&gt;Aku kini tidak berdaya, terlentang di atas kasur dengan pandangan kosong ke langit-langit rumah. Aku tak sanggup lagi bayangkan hari esok. Samar-samar nampak guratan halus menyerupai sarang laba-laba memenuhi pendanganku, aku tak kuasa  menahan beban kesedihan. Butiran-butiran bening yang selama ini ku simpan rapat dalam dinding-dinding mata tak bisa aku bendung lagi, pertahananku bobol. Aku menangis.&lt;br /&gt;Man may not cry!!! Air mata hanya diperuntukan wanita atau pria yang berjiwa lemah. Seorang laki-laki sejati tidak pantas meneteskan air mata. Aku sudah bukan laki-laki sejati lagi, aku tak kuasa menahan air mata, aku tak kuasa menerima keadaanku sekarang. Aku ingin kembali berdiri. Aku ingin berjalan dan berlari mengejar semua mimpi. Aku ingin kedua kaki ini kembali berfungsi seperti kemarin sore sebelum aku tertidur pulas dan terbangun dengan keadaan seperti ini. &lt;br /&gt;Ya… Allah mengapa kau biarkan aku dalam ketidak berdayaan?  Mengapa aku harus kau jadikan laki-laki tak berdaya yang memiliki dua kaki tak berfungsi?. Aku tidak ingin menjadi beban orang lain dengan ketidak berdayaanku ini. Tapi bagaimana mungkin aku bisa berdiri sendiri dengan kedua kaki yang lumpuh ini?. Air mata semakin deras mengaliri setiap keputus-asaanku, membawa hanyut harapanku dalam kubangan danau ketidak berdayaan. Hilang sudah segala keangkuhan yang ku patok di semua tepi hati. Luntur sudah gunungan kepercayaan diri bersama lunturnya cita-cita dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; K K&lt;br /&gt;Sore kemarin sebelum pulang, seluruh badan aku rasakan pegal-pegal terutama kedua kaki. Aku tidak merasa itu adalah awal dari kelumpuhanku, tadinya aku pikir itu mhal biasa, karena sudah lazim adanya setelah menempuh perjalanan ratusan kilo akan merasakan pegal-pegal di sekujur badan. &lt;br /&gt;Selama kurang lebih satu minggu aku dan dua orang sohib keliling JABOTABEK mencari bis untuk rihlah ruhiyah. Sebagai ketua marhalah, aku dituntut untuk membereskan segala persiapan sebelum rihlah. Salah satunya adalah mencari bis sewaan yang biasa digunakan untuk perjalanan jauh. &lt;br /&gt;Sebelum berangkat, bapak kepala sekolah berpesan agar kami berhati-hati dalam mencari bis travel, harus terlebih dahulu tau kondisi bis yang akan disewa juga kenal sama supir yang akan membawa kami tur selama delapan hari keliling Jawa Madura. Beliau berpesan jangan sampai dapet sopir yang urakan, suka ngebut-ngebut di jalan karena acara rihlah ruhiyah tidak sama dengan acara turnya anak-anak SMP atau SMA. &lt;br /&gt;Rihlah ruhiyah adalah perjalanan kerohanian yang telah menjadi tradisi di pesantrenku. Setiap tahun seluruh siswa kelas akhir Madrasah Aliyah diwajibkan untuk ikut rihlah yang diisi dengan ziarah ke kuburan para wali di sekitar Jawa dan Madura. Ada sekitar tujuh belas wali yang biasa diziarahi dari mulai sunan Gunung Jati di Cirebon sampai Syekh Yusuf  Talango di Madura. &lt;br /&gt;Meskipun pesantren kami termasuk pesantren modern yang memadukan kurikulum Gontor dan DIKNAS, tapi pimpinannya adalah seorang Kiyai yang mahabah Ziarah. Beliau adalah tamatan universitas Madinah yang sedikit berbeda dengan tamatan-tamatan Madinah biasanya. Ziarah, Tahlil dan Barjanji sudah menjadi menu pokok bagi beliau. Makanya semua santrinya diarahkan untuk senang melaksanakan ritual-ritual tersebut yang menurut beliau sangat bayak faedahnya baik di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;Sebagai seorang santri kelas akhir, terkadang aku masih ragu dengan keabsahan ritual ziarah ke kuburan para wali, terlebih pernah aku membaca sebuah buku yang mengupas habis tentang bid'ah. Dalam buku tersebut, ziarah termasuk ke dalam macam bid'ah yang menyesatkan karena dengan ziarah masyarkat muslim  mudah terperosok ke dalam jurang kemusyrikan. Dengan berdoa di kuburan orang meninggal, meminta pertolongan dari mereka berarti kita tidak percaya bahwa Allah maha mendengar dan mengabulkan doa hamba-hambanya. Dan hal ini apa namanya kalau bukan syirik, menyekutukan Allah dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Pikiran tentang boleh tidaknya ziarah menghantuiku beberapa waktu. Ada keinginan untuk langsung menyampaikan masalah ini kepada bapak Kiyai namun aku merasa sungkan karena sebagai santri aku mesti menjaga adab di hadapan kiyai. Meragukan kebijakan beliau sama artinya tidak percaya dengan kedalaman ilmunya dan itu sangat tabu bagi seorang santri pesantren yang telah khatam kitab Ta'lim Mutaa'lim, panduan akhlak bagi penuntut ilmu. Aku takut ilmuku nanti tidak berkah karena tidak manut sama kiyai. Namun semakin hari keraguanku semakin menjadi. Ditambah lagi provokasi dari seorang ustadz yang bersebrangan pendapat dengan bapak kiyai, akhirnya kenekatanku muncul mengalahkan kesungkanan yang selama ini aku simpan dalam koridor adab seorang mutaalim.&lt;br /&gt;Bermodal kenekatan ditambah keingintahuan akan kepastian hukum ziarah kubur menurut paham Ahli Sunah wal Jama'ah, aku datang menghadap pak kiyai. Sengaja aku mengambil waktu malam hari sowan ke rumah beliau karena sepengetahuanku hanya di malam harilah beliau memiliki waktu lenggang. Maklum sebagai seorang pimpinan pesantren yang sedang naik daun, hari-hari beliau selalu disibukan dengan urusan-urusan dalam negri pesantren dari mulai mengontrol jalannya proses belajar-mengajar formal di pagi hari  sampai mengontrol kerja tukang bangunan. Belum lagi ditambah seringnya beliau kedatangan tamu baik itu wali murid yang minta air biar anaknya betah di pesantren sampai orang kampung yang minta wirid untuk kelancaran rizki. Ringkasnya kiyai kami merupakan orang yang sangat-sangat sibuk.&lt;br /&gt;Tekadang aku berfikir kapan beliau bisa istirahat untuk meluangkan waktu bagi keluarganya. Tapi pertanyaan itu aku pendam karena sudah menjadi resiko bagi para kiyai untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan umat. Mereka adalah obor yang harus senantiasa menerangi sekelilingnya. Ketika seorang kiyai sudah tidak banyak peduli lagi dengan urusan umat, hanya mengurus kepentingan pribadinya saja maka kiayi tersebut telah kehilangan kharisma ke-kiyaianya.&lt;br /&gt;Jarum jam menunjukan angka sembilan, ketukannya seiring dengan degupan jantungku yang sejak dari kamar sudah meronta-ronta di balik baju koko putih yang aku pakai. Semakin dekat langkah kaki ke rumah bapak kiyai semakin keras juga degup jantungku. Aku yakin semua santri yang hendak menemui pak kiyai merasakan apa yang aku rasakan sekarang, kekhawatiran, keraguan, ketakutan dan perasaan malu berbaur jadi satu dalam dada membuat keringat mengalir dari seluruh badan tanpa bisa ditahan. Padahal kami para santri tahu beliau penyayang, tapi entah kenapa setiap mau soan ke rumah selalu saja gemeteran, mungkin karena kharisma beliau yang tinggi sehingga dampaknya begitu dasyat pada kami. &lt;br /&gt;Bismillah, setelah mengucap asma Allah, perlahan aku menguluk salam. Bagi santri mengangkat suara terlalu tinggi di rumah pak kiyai termasuk su'ul adab, prilaku kurang baik yang akan mengurangi keberkahan ilmu. Lama aku menunggu belum juga ada jawaban dari dalam. Sekali lagi aku menguluk salam. Kali ini sengaja lebih diperkeras mungkin beliau tidak mendengar karena salamku yang pertama sangat pelan. Masih sepi ku dapat. Keraguan mulai menjalar di dalam hatiku. Mungkin bapak Kiyai lagi istirahat atau ada keperluan ke luar pesantren. &lt;br /&gt;Aku baru menguluk salam dua kali berarti masih ada jatah satu kali lagi. Untuk yang ke tiga kali atau jatah salam terakhir bagi seorang yang akan bertamu,  aku kembali menguluk salam. Tanpa menunggu lama, dari dalam rumah terdengar jelas suara laki-laki menjawab salamku. Suara itu masuk melalui gendang telingaku dan merangsek masuk ke setiap pembuluh darah. Aku mulai merasakan kegelisahan. Ku coba perhatikan penampilan sendiri, dari mulai peci yang nempel di atas kepala sampai sarung yang ujungnya menyentuh teras rumah. &lt;br /&gt;"Silahkan duduk!" Tanpa aku sadari pak Kiyai sudah berada di hadapan dan langsung menyuruhku duduk. Dengan malu-malu ku tempelkan anggota tubuh yang biasa menopang badan saat duduk di ujung kursi, persis seperti penumpang angkot yang kehabisan jatah tempat duduk. Bedanya, kalau penumpang angkot duduk nempel di jok mobil karena sudah tidak ada tempat lagi sedangkan keadaanku sekarang jauh beda. Kursi yang aku duduki muat untuk tiga orang bahkan kalau yang duduk orang-orang berperawakan langsing sepertiku bisa muat empat orang. Begitulah santri saat duduk di depan kiyainya tidak bisa leluasa karena harus menjaga tata krama.&lt;br /&gt;Setelah sedikit berbasa basi itupun dengan sangat grogi, aku mulai menyampaikan maksud kedatanganku. &lt;br /&gt;"Afwan pak Kiyai, bukannya saya tidak yakin dengan ziarah ke para waliyullah tapi saya ingin mendapat penjelasan yang lebih tentang hukumnya biar tidak ada keraguan lagi dan bisa melaksanakan ziarah dengan sepenuh hati". &lt;br /&gt;"Ziarah kubur dari zaman rasul sudah menjadi kontraversi. Pada awalnya Rasul melarang umat Islam ziarah kubur alasan beliau kerena waktu itu keimanan umat masih rapuh sehingga beliau khawatir akan terjadi kesalah pahaman dalam ritual ziarah, namun setelah dirasa umat islam sudah mendalami arti keimanan yang sesungguhnya kepada Allah, rasul menganjurkan agar umat berziarah ke kuburan terutama ke kuburan orang tua. Beliau saw bersabda, "Sesunguhnya dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, akan tetapi sekarang ziarahilah kubur, karena yang demikian itu dapat menjadikan (seseorang) zuhud terhadap dunia dan ingat kepada akhirat." Dalam hadits lain rasulullah juga bersabda,"Ziarahilah kubur, karena yang demikian itu dapat mengingatkan kalian akan kematian."&lt;br /&gt;"Maaf pak kiayi, ziarah yang dianjurkan rasul adalah ziarah yang bertujuan untuk mengingat kematian. Bagaimana hukumnya orang yang berziarah untuk mencari berkah, semisal agar dilancarkan rizkinya?"&lt;br /&gt;"Dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 35 Allah berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman, patuhlah kepada Allah, dan carilah wasilah kepada-Nya, dan berjuanglah di jalan Allah, supaya kamu menjadi beruntung.' Ada banyak cara bagi kita memohon kemurahan Allah agar dikabulkan segala hajat. Bisa dengan cara langsung berdoa kepada Allah, bisa juga dengan pelantara atau wasilah. Contoh dengan pelantara kamu datang ke saya terus minta didoain biar bias paham pelajaran misalnya, itu termasuk doa dengan pelantara orang hidup. Bisa juga kita berdoa dengan pelantara orang yang sudah meninggal, contohnya dengan berziarah ke kuburan wali kemudian bertawasul agar dikabul segala hajat."&lt;br /&gt;"Maaf pak kiyai bukankah orang yang sudah meninggal sudah terputus amalnya kecuali tiga perkara, amal zariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya?&lt;br /&gt;"Benar, itu hadits rasul, tapi yang harus dipahami di sini adalah maksud kata terputus adalah amalnya untuk dirinya sendiri. Setelah meninggal dunia seseorang tidak bisa beramal untuk dirinya sendiri karena sudah terputus tapi amalnya bagi orang lain masih bisa bermanfaat"&lt;br /&gt;"Bisa antum perjelas, saya belum paham"&lt;br /&gt;"Begini, Allah swt memberi mu'jizat kepada nabi dan karomah kepada wali sebagai kelebihan mereka diatas manusia seperti kita. Mu'jizat nabi dan karomah wali itu tidak terputus dengan meninggalnya beliau. Pada masa khalifah Umar bin Khattob, umat muslim mengalami paceklik, hujan tidak turun membuat mereka kekeringan. Sayyidina Bilal ibnu Haris kemudian mendatangin kuburan Nabi Muhammada saw dan berdoa,"Wahai rasulullah mintalah hujan kepada Allah untuk umatmu sesungguhnya mereka dalam kemalangan", kemudian beliau melihat dalam mimpi nabi mengabarkan bahwa umat muslim akan diberi hujan."&lt;br /&gt;"Berdoa kepada Allah dengan pelantara Nabi, Wali atau orang-orang sholeh disebut tawassul, Nabi Adam pernah bertawasul dengan Nur Nabi Muhammad untuk memohon ampunan Allah ketika beliau dikeluarkan dari sorga, Nabi Muhammad bertawasul dengan para nabi sebelumnya ketika hendak menguburkan ibunda sayyidina Ali bin Abi Tholib, Sayyiduna Umar ibnu Khatab bertawasul dengan sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib. Oleh karena itu di pondok kita seluruh santri kelas akhir dianjurkan untuk ikut ziarah agar bertawasul dengan para waliyullah, mudah-mudahan dengan pelantara karomahnya para wali-Nya, Allah menjadikan ilmu yang mereka dapatkan bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain."&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan penjelasan dari pak Kiyai, aku menjadi yakin akan manfaat yang bisa diambil dari ziarah kubur para waliyullah. Terkadang kita harus menyingkirkan kesungkanan atau apapun namanya untuk hal-hal yang sangat penting. Segala yang kita lakukan tidak akan mendatangkan manfaat apabila kita tidak meyakininya sepenuh hati. Dan keyakinan hanya datang bila kita tahu dan mengerti sepenuhnya tujuan perbuatan yang kita lakukan. Bagaimana agar kita tahu dan mengerti?, bertanya adalah jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; K K&lt;br /&gt;Ba'da subuh kedua orangtua baru tahu keadaan kedua kakiku yang lumpuh. Berondongan pertanyaan keluar dari mulut ibu, Kamu kenapa, nak?. Dari mulai kapan kerasanya?. Bagaimana ceritanya bisa begini?, tak kalah khawatirnya, ayah mengusap-usap kepalaku sambil berusaha menyabarkan hatiku, beberapa orang adikku masuk kamar membuat suasana kamar yang kecil itu menjadi tambah sempit Aku hanya menjawab singkat,"Engga apa-apa cuma pegal-pegal mungkin karena kecapean." Hatiku bergemuruh, ingin rasanya mengatakan betapa menderitanya aku dengan keadaan seperti ini, urat-urat kaki seakan ditarik keras memberikan sakit tiada tara.   &lt;br /&gt;Aku sadar, bila berkata jujur akan menambah beban kepada orang tua. Mereka tentunya tidak akan tega melihat anaknya menderita kesakitan. Apapun akan mereka lakukan untuk menyembuhkan penyakit anaknya. Orang tua mana yang tidak menyayangi anaknya?, dan anak mana yang tidak ingin disayangi oleh orang tuanya?&lt;br /&gt;Aku, bukannya tidak butuh kasih sayang kedua orang tua, hanya saja aku berusaha memahami keadaan mereka. Kami bukan orang berada yang memiliki uang simpanan untuk digunakan pada masa-masa emergensi seperti keadaanku sekarang. Ayah hanya seorang sopir yang berpenghasilan pas-pasan, bagiku masih untung bisa mondok di pesantren modern walaupun sering tidak mendapat uang jajan. Aku tidak mau mereka bersusah payah membawaku ke rumah sakit, karena aku tahu mereka tidak punya uang untuk biaya perawatan dokter.&lt;br /&gt;Aku berbaring di kamar seharian penuh. Karena tidak bisa ke kamar mandi, setiap waktu shalat aku bertayamum kemudian melaksanakan shalat dengan berbaring menghadap kiblat. Itulah fleksibelnya Islam, setiap ritual ibadah pasti memiliki rukhsoh atau keringanan yang suatu waktu bisa digunakan ketika darurat, bila kita tidak bisa shalat dengan berdiri, boleh sambil duduk, jika dudukpun tak sanggup, bisa dengan berbaring, jika dengan berbaring saja tidak bisa melaksanakan shalat maka diperbolehkan shalat dengan isyarat. Dalam setiap do'a kuselipkan firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya 'Allah tidak akan memberikan beban kepada hambanya kecuali ia bisa menanggung beban tersebut'  &lt;br /&gt;Siapa lagi yang akan dijadikan sandaran bila secara rasional kita tidak bisa menyelesaikan masalah. Bagi orang yang memiliki uang, segala macam penyakit bisa diusahakan sembuh dengan pelantara pergi ke dokter tapi bagi orang yang kurang beruntung dalam segi keduniawian sepertiku maka satu-satunya sandaran adalah Sang Pencipta, toh sakit dan sehat adalah atas kehendaknya, jika Allah berkehendak menyembuhkan penyakit  seseorang tanpa pergi ke rumah sakitpun ia bisa sembuh.&lt;br /&gt;Bukankah dulu sebelum ilmu kedokteran maju pesat, masyarakat awam hanya mengenal jampi-jampi serta mantera untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Dan terbukti mereka bisa bertahan hidup dengan obat yang diberikan oleh dukun-dukun kampung. Mereka meyakini akan keampuhan jampi-jampi dan ternyata terbukti benar, penyakit ringan maupun berat bisa disembuhkan. &lt;br /&gt;“Bila keyakinan pada jampi-jampi saja bisa menyembuhkan apalagi keyakinan kepada Allah sang penyembuh segala macam penyakit”, gumamku dalam hati sambil mematri keyakinan bahwa Allah memiliki cara tersendiri untuk menyembuhkan penyakitku ini.&lt;br /&gt;“Jika semua penyakit hanya bisa disembuhkan dengan pelantara para medis maka celakalah orang-orang kurang mampu yang tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya perawatan. Jika obat mujarab hanya tersedia di apotek-apotek maka binasalah orang-orang yang hidup di daerah pedalaman. Ya Allah engkau yang memberikan penyakit kepada semua hambamu dan engkau pulalah yang menyembuhkannya.” Kedua tangan aku acungkan ke atas sambil menengadahkan wajah ke langit-langit kamar seolah aku sedang menatap singgasana Allah Sang Pengabul segala doa.&lt;br /&gt; Setelah lelah melelehkan air mata, aku terkulai dalam buayan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K  K K    &lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, setelah beberapa hari nyeri di kedua kakiku perlahan berkurang, meskipun aku belum bisa berjalan normal, setidaknya aku bisa tidur nyenyak di malam hari. Saat terdiam sendiri di kamar, sambil menatap kedua kaki aku teringat kepada Nietzsche, seorang filosof akhir abad sembilan belas yang terkenal dengan perkataanya God is dead. Tapi bukan kata-kata sakralnya yang membuat aku mengingatnya, biarlah ia mengatakan tuhan telah mati karena yang mati ialah tuhannya bukan tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang. &lt;br /&gt;Nietzsche memiliki semboyan Amor Fati yang artinya penderitaan tidak hanya harus ditanggung dengan ketabahan, tapi dengan mencintai penderitaan itu sendiri yang pada akhirnya akan menunjukan nilai eksistensi diri. Ia telah membuktikan kata-katanya dengan terus berkarya meski jasadnya sudah tidak berdaya di atas pembaringan. Orang seperti dia yang tidak memiliki Tuhan saja masih bisa bertahan dalam penderitaan kenapa aku yang masih memiliki Tuhan pencipta alam tidak bisa bertahan?. &lt;br /&gt;Dalam setiap musibah pasti tersimpan hikmah, namun terkadang kita menjadi buta terhadap hikmah yang tersembunyi hanya karena terlalu meratapi musibah. Kita terkadang lebih disibukan dengan keluh kesah dan kekecewaan yang di tujukan kepada Allah, yang pada akhirnya semua itu membuat kita lebih menderita. Hikmah dibalik musibah akan nampak jelas bagi manusia yang menyadari kebesaran Tuhannya, mengakui kekerdilan dirinya yang lebih banyak melakukan kesalahan ketimbang berbakti kepada-Nya. Aku mencoba tuk telusuri hikmah yang masih menjadi misteri dibalik kelumpuhan diriku.&lt;br /&gt;Andai aku tidak lumpuh pasti teman-teman sekelas memaksaku ikut ziarah, padahal biaya ziarah itu lumayan besar Rp. 500,000,-. Bagi santri yang memiliki orang tua berada tentunya uang segitu tidaklah berarti, tapi bagiku teramat sulit mendapatkan uang sebesar itu. Dengan kelumpuhanku ini, aku bisa berdalih untuk tidak ikut rihlah ruhiyah. Teman-teman pasti menerima dan tentunya orang tuaku terbebas dari beban biaya ziarah.&lt;br /&gt;Satu hikmah telah terkuak tinggal bagaimana aku bisa memanfaatkan keadaanku sekarang agar bisa berbuat sesuatu yang berguna. Lagi-lagi aku terinspirasi oleh masa lalu. Anganku melayang teringat sepenggal sejarah tentang masa suram di Negara yang sekarang menjadi adikuasa dunia. Amerika pada tahun 30-an mengalami goncangan hebat. Setelah sukses dalam perang dunia I, mereka terlena dengan limpahan harta dan kemewahan dunia. Gedung-gedung pencakar langit mulai di bangun, mobil-mobil mulai ramai berseliweran di jalan-jalan kota Amerika, dunia hiburan mulai menggeliat dengan munculnya actor lawak Charlie Chaplin dan kemudian muncul radio.&lt;br /&gt;Kemewahan membuat nafsu orang Amerika tidak terbendung, mereka berbondong-bondong menanamkan investasi yang pada akhirnya membuat keadaan ekonomi memburuk. Produk barang yang banyak tidak seimbang dengan permintaan pasar. Hal ini menyebabkan banyaknya pabrik yang gulung tikar, selanjutnya para pekerja kehilangan mata pencaharian. Orang Amerika menyebut masa ini sebagai The Great Depression.&lt;br /&gt;Di saat ketidak pastian hidup melanda masyarakat Amerika, mereka memilih seorang presiden bernama Frangklin Delano Roosevelt. FDR bukanlah sosok pria gagah yang memiliki kharisma dalam bentuk fisiknya, Ia hanya seorang laki-laki cacat. Kedua kakinya lumpuh dan harus berkursi roda karena terkena polio. Meskipun secara lahiriah ia cacat, tapi dibalik kecacatannya tersimpan jiwa seorang pemimpin sejati yang bervisi jauh ke depan. Ia pemimpin yang cerdas, kuat dan percaya diri. Satu ungkapannya yang sangat hebat sehingga mampu menggugah bangsa Amerika,&lt;br /&gt; "This great nation will endure as it has endured, will revive and will prosper. So first of all, let me assert my first belief, that the only thing we have to fear is fear itself."&lt;br /&gt;Cacat fisik bukanlah aib, aib sesungguhnya terdapat pada manusia yang cacat mental, menyakiti orang lain, menggantugkan hidup kepada pertolongan orang, tidak pernah peduli dengan sesama dan selalu mendewakan nafsu dalam setiap tindak-tanduknya. FDR adalah teladan bagi semua manusia yang tidak beruntung dengan keadaan fisiknya. Dalam kelumpuhannya ia mampu membangkitkan bangsa Amerika. Ia menjadi presiden Amerika satu-satunya yang dipilih sampai empat kali masa jabatan. Aku harus berbuat sesuatu!&lt;br /&gt;Aku mulai sibuk dengan program persiapan evaluasi belajar tahap akhir nasional atau EBTANAS, buku paket mulai ku pinjam dari teman-teman, catatan yang bolong aku lengkapi, materi-materi yang agak sulit aku tandai. Targetku bisa mendapat NEM dengan rata-rata delapan. Bismillah, aku yakin segala pekerjaan yang dimulai dengan nama Allah tidak pernah sia-sia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;K  K K    &lt;br /&gt;Minggu, 14 Juni adalah hari bersejarah bagi siswa kelas akhir pondok pesantren Al-Ijtihad tempat aku mondok. Ini adalah hari wisuda bagi seluruh siswa kelas enam yang telah dinyatakan lulus ujian akhir. Acara wisuda di adakan di lapangan karena pesantren kami belum memiliki gedung pertemuan. Meskipun acara sakral ini diadakan di tengah lapangan yang biasa digunakan santri main bola, tidak mengurangi kebahagiaan para wisudawan dan wisudawati. &lt;br /&gt;Kami sudah terbiasa dengan segala kesederhanaan. Bagi kami semboyan tiada rotan akarpun jadi bukan hanya sekedar lipstick namun telah mengalir di setiap pembuluh darah dan sari patinya tumbuh bersama tumbuhnya daging dalam raga. Bagaimana tidak, selama enam tahun kami habiskan waktu belajar di kelas berdinding triplek setengah badan, atapnya dari asbes dengan lantai masih perawan belum tersentuh semen apalagi ubin atau kramik. Mungkin bagi pakar pendidikan di kota sana ruangan yang kami namakan kelas tersebut tidak ubahnya seperti kandang. Bila siang kepanasan sampai serasa dipanggang dalam oven dan kalau hujan kebanjiran, lantai kelas akan berubah menjadi kobakan-kobakan penuh dengan air berwarna coklat.&lt;br /&gt;Kami seringkali berfalsafah, kelas boleh terbelakang tapi prestasi harus selalu terdepan. Tong kosong nyaring bunyinya, kami bukan tong kosong tapi kami adalah besi, makin sering dibakar api maka menjadi semakin kuat. Pramuka pondok Al-Ijtihad seringkali menjadi juara dalam perlombaan tingkat kecamatan dan kabupaten, team kasidah sudah menjadi langganan acara respsi pernikahan di daerah kami, dan perwakilan pondok kami pernah menjadi juara umum dalam lomba bahasa dan seni yang diadakan oleh sebuah universitas di kota kami. Satu lagi bukti kami tidak terbelakang dalam prestasi meskipun belajar di kelas berbentuk kandang adalah keberhasilan kakak kelasku menjadi juara satu lomba pidato bahasa Inggris di Ibukota. Akupun pernah menjadi juara dua lomba baca puisi antar siswa Madrasah Aliyah se-Jabodetabek.&lt;br /&gt;Prestasi tidak mesti mahal, dengan modal keyakinan, ketekunan dan tentunya doa yang tulus kepada Sang pencipta insya Allah prestasi mudah diraih meskipun kita tidak ditunjang dengan fasilitas yang serba wah. Satu hal yang aku yakini dan sampai kapanpun akan senantiasa berakar dalam jiwa, Tidak ada apapun yang bisa menghalangi seorang berkeyakinan kuat dari apa yang dia inginkan kecuali takdir Allah, dan takdir Allah itu bisa berubah dengan doa tulus dari sanubari yang terpanjat di sepertiga malam terakhir.  &lt;br /&gt;Namun sayang, kebanyakan orang masih tertipu oleh cangkang luar suatu barang. Cara berpikir mereka sangat sederhana, setiap wadah yang bagus pasti menghasilkan produk yang bagus pula. Padahal kenyataannya tidak semua wadah yang bagus menghasilkan produk bagus. Tidak semua sekolah mewah yang ada di kota-kota besar menghasilkan alumnus yang berkualitas dan tidak semua sekolah sederhana di pedesaan yang hanya menghasilkan alumnus pas-pasan. Cangkang luar tidak menjamin kwalitas barang di dalamnya. Siapa yang tidak tau durian?, buah ini kalau di lihat dari luar sangat menyeramkan dengan duri-duri besar yang bisa melukai kulit tangan, tapi cobalah anda buka dan liat isinya!, daging durian berwarna putih bersih membuat anda tak kuasa untuk mencoleknya, mencicipinya dan mungkin jadi karena kelezatanya anda akan menghabiskan seluruh isinya.&lt;br /&gt;Dalam buku-buku motivasional yang pernah aku baca, seringkali memuat sekilas kisah perjuangan kupu-kupu melepaskan diri dari kepongpongnya. Seekor kupu-kupu, sebelum bisa terbang ia terlebih dahulu harus berusaha keluar dari kepongpong. Proses keluarnya kupu-kupu dari kepongpong memakan waktu yang lama dan sangat melelahkan. Ia harus merangkak sedikit demi sedikit dari selubung kepongpong yang sempit. Pertama kepalanya muncul di ujung liang kepongpong, perlahan badannya mengikuti itupun dengan kesabaran dan penderitaan yang luar biasa. Ada kasus seseorang yang tidak tega melihat penderitaan kupu-kupu untuk keluar dari kepongpong yang sempit, maka ia mencari sebuah gunting dan mulai merobek lubang kepongpong. Hasilnya, kupu-kupu dengan cepat bisa keluar tapi ada sesuatu yang aneh, tubuhnya gemuk penuh dengan cairan, itu membuat ia tidak bisa terbang, sayap-sayapnya terlalu lemah untuk mengangkat tubuhnya yang gemuk terbang ke angkasa.  &lt;br /&gt;Untuk bisa terbang kupu-kupu harus menderita terlebih dahulu, ia memeras sebagian besar cairan dalam tubuhnya saat proses keluar dari kepongpong. Begitu juga manusia yang ingin terbang tinggi ke puncak kejayaan harus terlebih dahulu berjuang, berkorban dan tentunya menderita. Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, begitu kata pepatah.&lt;br /&gt;Kekurangan, ketiadaan fasilitas di pesantren membuat kami para santri berpikir untuk memaksimalkan apa yang ada. Dan buktinya kami masih bisa melaksanakan wisuda dengan panggung yang baru didirikan seminggu sebelum hari H. Panggung itu berbentuk segi panjang, dengan lebar 6 meter dan panjang 8 meter, menghadap ke timur. Di tepiannya berjejer pot bunga berisi tanaman hias dengan daun-daunnya  hijau segar memanjakan mata yang memandang. Atap panggung yang terdiri dari susunan asbes, ditutup dengan karton putih bergambar langit. Di dinding tengah panggung terhampar background berwarna hitam dengan tulisan Wisuda Alumni II, Pondok Pesantren Al-Ijtihad.&lt;br /&gt;Sebelum jam sembilan, puluhan kendaraan telah memenuhi lapangan parkir pondok kami. Keluarga wisudawan dan wisudawati keluar dari mobil pribadi atau angkot sewaan dengan mimik muka ceria, sebagian turun dari motor dengan wajah kusam namun masih menyisakan guratan-guratan kebahagiaan. Mungkin mereka penat menelusuri jalan kota kami yang sudah begitu padat dengan angkot, hingga banyak orang yang menjuluki kota kami sebagai kota seribu angkot. &lt;br /&gt;Tidak semua keluarga wisudawan datang dengan berkendaraan, ada juga yang berjalan kaki, salah satunya adalah keluargaku. Selain karena kami tidak memiliki kendaraan pribadi, kebetulan rumah keluargaku tidak begitu jauh dari pesantren, hanya sekitar 500 meter, jadi dengan berjalan kakipun bisa sampai ke pesantren. Meskipun mereka tidak datang dengan membawa kendaraan, wajahnya tidak kalah ceria dengan wali santri yang berkendaraan, bahkan lebih segar karena tidak terpengaruh oleh suasana lalu lintas.&lt;br /&gt;Tepat jam sembilan acara di mulai, seluruh hadirin telah menempati tempat duduk yang telah disiapkan panitia. Aku dan teman-teman sesama wisudawan duduk di jajaran depan tepat di belakang tempat duduk tamu-tamu khusus. Wali wisudawan dan wisudawati duduk di jajaran bangku di belakang tempat duduk dewan guru, sedangkan santri kelas satu sampai lima duduk di serambi kamar dan masjid. Meskipun wisuda adalah acara khusus bagi siswa kelas akhir yang telah menamatkan sekolah di pondok, santri lain masih diperbolehkan menonton. Semoga dengan mengikuti acara wisuda dari awal hingga akhir, mereka termotivasi untuk menamatkan sekolah di pondok Al-Ijtihad. &lt;br /&gt;Acara demi acara dibacakan oleh mc, maka sampailah pada acara sambutan dari perwakilan wisudawan. Sebagai ketua marhalah aku mendapat mandat dari teman-teman dan juga kepala sekolah untuk memberikan sambutan. Meskipun belum sembuh total dari penyakit kelumpuhan selama kurang lebih satu bulan, aku menyatakan siap ketika seminggu lalu seorang teman datang memastikan kesanggupanku. Dengan modal tiga lembar catatan tangan, aku maju ke panggung.&lt;br /&gt;“Robbi Sohri sodri wa yasirli amri wahlul ukdatan min lisani yafqohu qauli, Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku serta lepaskanlah ikatan dari lidahku sehingga mereka memahami perkataanku”. Doa yang dibaca nabi Musa ketika bersiap menghadapi Firaun mengiringi langkah kakiku. Perlahan tapi pasti langkah kaki membawaku menaiki panggung utama acara wisuda.&lt;br /&gt;Bapak kiyai pimpinan pesantren duduk di jajaran depan beserta para undangan terhormat baik dari tokoh masyarakat pun dari pemerintahan. Di belakang mereka lima puluh dua orang wisudawan dan wisudawati berderet duduk terpisah, yang laki-laki di samping kanan sedangkan wanita di samping kiri. Jajaran kursi paling balakang penuh sesak oleh orang tua murid para wisudawan dan wisudawati. Diantara mereka ada yang membawa serta anak-anak kecil, membuat suasana semakin ramai.&lt;br /&gt;Dua bola mataku berhenti berputar, di jajaran paling belakang tepatnya di pojok selatan lapangan duduk tenang sepasang laki-laki dan wanita. Hatiku bergemuruh, menatap dua pasang mata mereka yang haru biru. Laki-laki itu adalah seorang sopir angkot yang memiliki harapan agar anaknya tidak menjadi buruh seperti dirinya. Ia rela habiskan waktu di belakang kemudi, dimarahi polisi lalulintas saat ngetem mencari penumpang, bersitegang dengan sopir lain di terminal, menahan kemarahan saat penumpang membayar tidak sesuai tarip bahkan harus mempertaruhkan nyawa jika ada truk atau bis yang nyalip tanpa membunyikan klakson.&lt;br /&gt;Pernah suatu hari ayah tidak pulang, hati ibu penuh dengan gundah setelah menunggu sampai jam 11 malam tapi sosok tinggi kurus yang sudah menikahinya selama belasan tahun tidak kunjung datang. Saat kegundahan ibu sudah ke puncak dada dan hampir saja membawa kakinya telusuri malam demi mencari kabar tentang suaminya, pintu rumah diketuk kencang. Seorang pria berkulit hitam dengan tergesa-gesa mengabarkan kecelakaan yang menimpa ayahku. Dari bibirnya yang tak kalah hitam dengan kulitnya ratusan kata berlomba keluar seperti kuda-kuda pacu yang mendengar tembakan, intinya ayah sekarang ada di kantor polisi karena telah menyebabkan seorang pengendara motor terkapar di ruang ICU.&lt;br /&gt;Begitulah kerasnya hidup di jalanan, tidak pagi, siang atau malam musibah selalu mengintai. Resiko seorang sopir adalah menabrak atau ditabrak yang kedua-duanya sama tidak enaknya; menabrak harus berurusan dengan polisi plus tuntutan keluarga korban, ditabrak berurusan dengan dokter plus tangisan keluarga. Ada juga cerita sopir angkot temannya teman ayahku, namanya Mamad. Dia pernah menabrak sebuah conter hp yang sedang dipenuhi pelanggan. Akibatnya mang Mamad harus berurusan dengan polisi, tuntutan keluarga korban, dokter rumah sakit plus pemutusan hubungan kerja dari bosnya.&lt;br /&gt;Menjadi seorang sopir harus benar-benar memahami dan menjalankan prinsip Steh (dibaca es teh), yaitu; sabar, teliti dan hati-hati. Sabar menunggu penumpang, sabar menghadapi kemacetan, sabar menyaksikan pengendara motor yang ugal-ugalan dan sabar membiarkan penyebrang jalan memotong jalannya. Teliti memeriksa onderdil mobil, teliti mengisi bahan bakar, juga dituntut teliti memperhatikan jalan. Hati-hati menjalankan mobil, hati-hati memarkir mobil, hati-hati menaikan dan menurunkan penumpang. &lt;br /&gt;Laki-laki itu dengan gurat-gurat hitam di bawah matanya telah habiskan segala upaya untuk membawa aku berdiri di panggung wisuda hari ini. Ia rela puasa di tengah terik matahari karena ingin sisihkan uang hasil perasan keringatnya agar aku bisa tetap sekolah. Ia rela tidak pernah membeli baju baru meski di hari raya agar aku bisa membeli buku. Ia rela singkirkan segala keinginannya agar aku bisa meraih cita-cita. Ia ingin anaknya bisa hidup lebih layak dari pada dirinya. Baginya cukuplah ia merasakan pahit getirnya kehidupan, jangan sampai anaknya merasakan sulitnya mencari sesuap nasi, jangan sampai anaknya mengalami sakitnya hati diremehkan orang lain, jangan sampai anaknya menjadi kuli.&lt;br /&gt;Dari atas panggung aku ingin berteriak lantang,”Ayah, inilah anakmu yang kau perjuangkan dengan cucuran keringat, inilah anakmu yang membuat hari-harimu menjadi lebih berat karena harus kau tanggung biaya sekolahnya, inilah anakmu yang belum bisa membuat tidurmu nyenyak, inilah anakmu yang kau harapkan bisa merubah kehidupan keluarga dengan pendidikan, inilah anakmu yang harus memutus tali kekang kuli yang telah melilit leher tiga generasi. Ayah inilah anakmu…….”&lt;br /&gt;Seluruh tubuhku bergetar, sengatan listrik dari tatapan mata penuh haru ayahku merambat melewati berpuluh-puluh kepala di depannya, energy bervoltase sangat besar itu menghujam batok kepalaku kemudian merambat telusuri leher, sebagian turun ke pundak menjalari setiap inci tangan dan sebagian meluncur memenuhi dada, perut lalu terjun sampai ke telapak kaki. Aku merasakan panas di sekitar mata, gelembung-gelembung kristal hampir jatuh dari sela-sela bulu mata.&lt;br /&gt;Pecah, hampir saja tangisku pecah di hadapan ratusan orang yang menghadiri acara wisuda. Dan jika itu terjadi maka kesakralan acara puncak bagi seluruh santri kelas akhir akan ternoda oleh ketololan seorang wakil wisudawan dan wisudawati yang tidak bisa mengelola emosi. Menangis di panggung wisuda memang sudah menjadi kebiasaan tapi tempatnya bukan dalam acara sambutan. Wisudawan biasanya menangis saat melantunkan lagu-lagu perpisahan dalam acara koor, itupun hanya sekedar meneteskan air mata. Jadi kalau aku menangis sebelum memulai sambutan, aku akan dikenang sepanjang masa oleh seluruh santri juga dewan guru sebagai ketua marhalah paling cengeng yang tentunya akan meruntuhkan segala prestasi yang pernah aku ukir di pesantren juga membuat malu seluruh keluarga besar marhalahku.                    &lt;br /&gt;Aku tarik nafas panjang sambil mengatur kembali emosi yang hampir keluar dari jalur semestinya. Dengan bismillah aku mulai pidato sambutan atas nama perwakilan wisudawan dan wisudawati.&lt;br /&gt; ”Enam tahun bukan waktu yang pendek untuk mengukir cerita, terhampar panjang rentetan kenangan yang telah kami lalui di pesantren tercinta ini, ada tawa saat bahagia menyapa, ada tangis saat duka tiba, ada haru saat kami mendapat limpahan perhatian, ada kecewa saat keacuhan menjadi teman. Setiap detik yang berputar dari jam besar di depan masjid pesantren menyimpan semua rasa yang pernah melanda jiwa, kami akan mengabadikannya sebagai warisan terbesar yang pernah diberikan kehidupan kepada kami.&lt;br /&gt;Kebodohanlah yang membawa langkah-langkah kecil kami telusuri jalan menuju pesantren, kebodohan pula yang menguatkan kami bertahan dalam segala kekurangan, dan kebodohan pula yang memaksa kami jelajahi samudra ilmu dalam lembaran-lembaran kertas putih. Setelah enam tahun kami bertahan, berjuang, juga berkorban perlahan gulita kebodohan berangsur memudar. Kami menjadi lebih tahu dari pada dulu, kami jadi lebih mengerti tentang banyak arti, kami lebih menyadari hakikat diri.&lt;br /&gt;Kami tahu shalat lima waktu beserta rukun-rukunnya, kami mengerti faidah puasa bagi jiwa, kami menyadari pentingnya shadaqoh, kami bisa berbicara bahasa arab, kami mengerti bahasa inggris, semuanya kami dapatkan dari pesantren ini. Pesantren telah menjadi ibu yang mengalirkan telaga ilmu di sepanjang enam tahun kami belajar, pesantren sebagai ibu juga memuaskan dahaga kami dengan limpahan kasih sayang. Angin pagi yang berhembus dari gunung Salak mengisi paru-paru kami dengan kesejukan, air kali Cianten yang mengalir deras dari saluran-saluran irigrasi ke bak-bak mandi santri lalu merembes dari ubun-ubun sampai mata kaki memberikan kesegaran, matahari yang selalu bersinar di atas kubah masjid pesantren memberikan kekuatan, di malam hari bintang-bintang beserta rembulan mendatangkan kedamaian ke dalam jiwa kami, para santri.&lt;br /&gt;Bila dihitung dengan waktu, menit kemenit terus berganti, hari-hari semakin menghabiskan sisa umur kami maka tak ada kata yang lebih pantas kami untainkan padamu pondokku tercinta selain kata terima kasih yang begitu berlimpah atas segala pegabdianmu.&lt;br /&gt;Assalamualikum Warahmatulahi Wabarakatuh, Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam yang telah menciptakan dunia beserta isinya, salam beriring sholawat marilah sama-sama kita hadiahkan pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan hingga zaman yang terang-benerang seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Guru-guru yang telah rela mendidik kami siang dan malam tanpa menghiraukan bagaimana kelakuan dan kepribadian kami, kami dididik tanpa henti mengenal dunia yang penuh dengan kemaksiatan dan rintangan. Benar apa kata pepatah bila guru-guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, masih terngiang dalam telingaku bagaimana salah satu guruku ya’ni pak guru Jufri menasehati kami sekelas “agar tidak bermain-main apabila waktu belajar telah di mulai apalagi pas waktu pelajaran saya”. &lt;br /&gt;Berikut  tutur teman saya betapa bermanfaatnya perkataan guru kami “hatiku tak mampu membelenggu api penyesalan yang benar-benar telah rasuki hati dan pikiranku kenapa dulu aku tidak patuhi patuah guru, mungkin bila ku dengar sedikit dari patuah mereka aku tidak akan menjadi orang yang merugi seperti ini.&lt;br /&gt;Jangankan untuk melupakan jasa mereka untuk menghilangkan patuah merekapun aku tak mampu, “seribu dua ribu uang yang diberikan orang tuaku adalah hasil mereka memeras keringat siang dan malam”&lt;br /&gt; “Pengorbanan orang tua kamu dalam mencari nafkah  untuk membiayai sekolahmu tidaklah didapat dengan semudah membalikan kedua telapak tangan”, hati kami seakan tersayat sembilu bila kata-kata guru-guru kami ini kembali kami kenang di saat-saat seharusnya kami berbahagia bagaimana tidak mereka menasehati kami blak-blakkan menusuk hati kami.&lt;br /&gt; Guru-guru yang kami hormati enam tahun bukanlah waktu yang cepat untuk kami tempuh, enam tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengukir kebahagian dan  kesedihan, pada masa remaja kami sebegitu banyak orang yang terjerumus dalam limbah kemaksiatan namun kami terhindar dari semua itu berkat kasih dan sayang yang kalian limpahkan dan alurkan pada kami setiap siang dan malam hingga ganggu waktu tidurmu, hari ini kami bersama-sama seluruh wisudawan wisudawati alumni ke dua meminta maaf dan memohon kelapangan dadanya untuk meridhoi semua ilmu yang kalian berikan kepada kami.&lt;br /&gt; Pak kyai selalu berpesan di setiap ceramah mingguan agar kami tidak melawan kepada para guru dan agar kami mengamalkan seluruh ilmu yang kami dapatkan. Beliau tak henti-hentinya mencari dana untuk pembangunan pondok kami yang secara fisik boleh di bilang sangat terbelakang dari dunia pendidikan yang lain. Pondok kami terbelakang  bukan berati kami orang-orang yang tidak berprestasi, tapi terbelakang disini adalah terbelakang dalam hal bangunan tempat kami belajar. Beliau selalu berharap seratus dari 300 jumlah santri ada yang menjadi para muballig dan para kyai.&lt;br /&gt; Ayah ibu yang tak henti-hentinya berusaha, LIhatlah kami para calon wisudawan wisudawati saat ini, inilah kami anak-anak yang kalian didik sejak lahir hingga kami menjadi remaja, inilah usaha yang kalian cari setiap siang dan malam. &lt;br /&gt; Enam tahun bukanlah waktu yang cukup untuk mengukir ilmu dipondok Al-Ijtihad namun apalah daya kalau kami sudah dinyatakan lulus dan berhasil menuntut ilmu yang begitu penuh dengan rintangan dan bahaya yang setiap saat bisa menjadikan kami lalai dalam belajar. Tak jarang dan tak heran kalau kami sering membuat kesal dan marah para guru, kami manusia biasa yang juga mempunyai kesalahan dan kehilafan yang tak mungkin kami bohongkan, kami juga sering khianati amanah yang kalian berikan kepada kami, semua adalah anak yang buat kalian penasaran dan ragu bila mendengar kami ssakit atau kami tidak betah.&lt;br /&gt; Enam tahun adalah waktu perjuangan yang sangat lama bagi kami untuk mengusahakan  memberikan kebahagian untuk kedua orang tua kami, kami hidup dan mampu bertahan di pondok ini berkat usaha dan doa yang tak henti-hentinya kalian kirimkan untuk kami siang dan malam. Kalian adalah lentera malam yang menerangi gelap gulita dunia, memberikan semangat dalam menuntut ilmu di setiap langkah dan pencarian nafkah. Tanpa adanya usaha yang kalian persembahkan untuk kami mungkin sekarang kami belum mampu menyandang gelar sebagai wisudawan wisudawati alumnus pondok AL-Ijtihad.&lt;br /&gt; Di akhir kata dari sambutan ini saya menjelaskan bahwa saya sebenarnya tak mampu merangkai kata-kata yang baik dan indah untuk terjemahkan seluruh pengabdian pondok, pak kyai, guru-guru dan orang tua kami yang telah menanti-nanti kami sejak enam tahun yang lalu agar kami bisa mengamalkan ilmu yang kami miliki.&lt;br /&gt; Tiada hari yang ku lalui tanpa adanya rasa bahagia saat-saat pertama aku menginjakkan kaki diatas tanah suci pondok ini aku memulai hari-hariku dengan tangisan, tawa, dan canda semuanya masih terlukis nyata dalam benak ingatku.&lt;br /&gt; Allah akankah aku mampu mengabdikan diri pada pondok tercinta yang telah ajarkanku berbagai macam ilmu, pengalaman, dan pengabdian.&lt;br /&gt; “Aku teringat saat aku menjalani hari-hariku penuh dengan pengabdiaan, konsolidasi, pergarus, pengurus ISPA, semua adalah pengabdian yang dicontohkan dan disediakan oleh pondokku agar kami bisa melatih mental menjadi seorang pemimpin dan orang yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt; Tak terasa baru empat tahun yang lalu aku berdiri menyampaikan sambutan sebagai ketua konsolidasi {Persatuan dua golongan yang berbeda} antara anak program khusus dan anak kelas tiga, masih teringat begitu berat beban yang ku pikul sebagai ketua, tak sedikit aku mendapat teguran dan omelan dari para guru, tak sedikit pula pengalaman yang bisa ku petik.&lt;br /&gt; Tiga tahun yang lalu aku menjabat sebagai sekretaris pergarus {pergantian pengurus} yang tak sedikit pekerjaan yang harus ku kerjakan, tujuh hari aku bertatapan dengan computer tanpa peduli siang dan malam, aku disibukkan dengan  pengetikkan surat-surat.&lt;br /&gt; Berawal dari acara training leadership, persiapan yang kurang memadai  menghantarkan kami pada kesibukan, inilah saat dimana kekompakan kami dipertaruhkan tak sedikit dari kami yang pontang panting kesana kemari mencari solusi. Khususnya aku sebagai sekretaris yang tak tahu arah harus kemana melangkahkan kaki menghantarkan surat narasumber untuk Pak Guru Haris Kasyi.&lt;br /&gt; Inilah awal perjuang mencari tempat tinggal yang tak tahu harus bagaimana bila kami tidak menemukan rumah pak guru kami, apakah kami harus mengganti narasumber yang telah kami sepakati bersama, salah satu diantara kami berinisiatif agar teman kami Jaja Mujahiddin yang kurang lebih bisa dipanggil sebagai anak nomor satu marhalah kami yang sering keluar tanpa izin, agar mencari alamat pak guru kami.&lt;br /&gt; Berkat awal yang sangat mengesankan maka kami berusaha pada acara-acara selanjutnya untuk lebih hati-hati dan lebih baik hasilnya, syukur segala puji milik Allah semesta saja kami mampu melaksanakan tugas kepergarusan kami dengan baik dan lancer sesuai dengan apa yang kami harapkan.&lt;br /&gt; Pergarus adalah kesan pertama kami sebelum menjadi pengurus yang akan berkecimpungan dibanyak pengabdian kepada pondok, inilah awal yang membangunkan kami dari keterpurukan seorang pengurus, inilah latihan dasar yang  benar-benar mendidik kami sebagai pengurus, tak kami sadari begitu banyak kami belajar dari pergarus hngga kai memiliki mental menjadi pengurus.&lt;br /&gt; Tepatnya tanggal 25-Februari-1996 kami dilantik oleh kyai pondok AL-Ijtihad sebagai pengurus ISPA {Ikatan santri putra} pertama sejak dibangunnya pondok kami. Kurang lebih enam tahun pondok kami diasauh oleh para guru. Jadi selama enam tahun barulah kami yang merasakan sebagai pengurus pondok, tak terasa kalau pengabdian pada pondok begitu memberiku semangat agar tidak banyak bercanda akan tetapi bagaimana caranya aku bisa meraih cita-cita pak kyai waktu pertama ingin membangun pondok. &lt;br /&gt; Sejauh mata memandang bangunan  pondok kami tak jauh bedanya dengan sawah yang setiap hujan turun terus dipenuhi dengan air.&lt;br /&gt; Satu tahun tidak terasa kami menjadi pengurus ISPA, tak sedikit kenangan manis dan pahit yang menyertai kepengurusan kami siang dan malam menjadikan kami lebih dewasa dalam menghadapi masa depan.&lt;br /&gt; Aku berfikir bagaimana cara aku bisa membalas seluruh pemberian pondok, siang dan malam aku melamun akankah semua ini bisa ku balas dengan 1-2 tahun pengabdianku. &lt;br /&gt;  Aku kembali mengenang saat-saat aku ditinggalkan ayah siang malam aku bersedih meratapi nasib yang sendirian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-5784056665812615974?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/5784056665812615974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/selalu-ada-awal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/5784056665812615974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/5784056665812615974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/selalu-ada-awal.html' title='Selalu Ada Awal'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-4970742788907364390</id><published>2009-07-02T08:12:00.001-07:00</published><updated>2009-07-02T08:12:54.153-07:00</updated><title type='text'>The Mission</title><content type='html'>“ Ku pernah cermati bacaan cerpen yang sudah lama selesai kubaca , seketika aku menemukan kata-kata yang begitu menyedihkan bagi kaum hawa serta menggetarkan hatiku. Dalam pikiranku hanya terlintas bagaimana menjaga dan menjaga , akhirnya aku hanya mengartikannya sebagai menjaga diri , keluarga terutama adik-adikku , dan semua orang yang berlindung disisi tuhanku. &lt;br /&gt;“Kini ku titipkan segala kepercayaan keluargaku pada diriku , aku ingin jadi tempat berlindung yang membentengi mereka serta menjadi tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;“Hingga aku hanya menyimpan suatu pertanyaan yang menanti jawaban dan keyakinan kuat mampu hidup untuk menghidupi dan hidup dengan akhlak yang mulia atau mati dalam keadaan syahid.&lt;br /&gt;“Aku yakin ada jalan keluar dari segala kesusahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-4970742788907364390?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/4970742788907364390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/mission.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4970742788907364390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4970742788907364390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/mission.html' title='The Mission'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-4839151006689668771</id><published>2009-07-02T08:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T08:11:20.263-07:00</updated><title type='text'>Seluk Beluk Organisasi</title><content type='html'>Dalam organisasi kita memerlukan seorang pemimpin yang mau bekerja , mempunyai kemampuaan dan mengerti akan kepemimpinan. Organisasi adalah suatu ikatan atau aturan sosial yang dijalankan oleh anggota serta  pemimpin dengan kebersamaan hingga mencapai tujuan dan cita-cita yang diharapkan.&lt;br /&gt;Pertama kali dalam organisasi kita harus menetukan seorang pemimpinnya ,  yang nantinya bertanggung jawab atas penunjukan bagian-bagiaqn selanjutnya untuk pengoparasian aturan dalam organisasi. Seorang pemimpin yang mau bekerja bersama anggotanya sangat dibutuhkan dan diharap-harap oleh  anggotanya, akan menumbuhkan sikap sosialisasi yang baik dan tentram serta serta menumbuhkan pada setiap diri anggotanya suatu kesadaran.&lt;br /&gt;Seoarang pemimpin tidak selamanya harus bekerja atau berbakti pada organisasi namun seorang pemimpin juga harus menuangkan waktunya untuk belajar , kelurganya dan hal-hal pribadi yang menjadi kebutuhan masa depannya kelak.memberikan contoh yang baik pada anggotanya dan tidak memenfaatkan kepemimpinannya sebagai sarana untuk  memperkaya diri.&lt;br /&gt;Organisasi juga memerlukan orang yang berani mengeluarkan  pendapat serta kritikan dan sarana untuk penampungan kritikan dan ketidak setujan  anggota kepada aturan dan planing pemimpinnya sehingga sampai pada telinga pemimpinnya. Selama  ini yang  kita ketahui banyak anggota yang merasa kecewa dan acuh tak acuh terhadap lingkungan karena kurangnya perhatian dari pemimpinnya. Atau ada perhatian dari  pimpinannya namun perhatiannya itu tidak bisa dimengerti dan dirasakannya sendiri.&lt;br /&gt;Organisasi diterapkan dalam bentuk aturan bukan hanya ditujukabn pada anggota saja namun juga berguna bagi orang yang menetapkan peraturan itu sendiri , serta perlu diketahui organisasi yang diterapkan dalam bentuk aturan wajib tidak mengenal kata pilih kasih atau tidak adil , Karena semua yang terlingkup dalam keorganisasin juga dikenakan aturan.&lt;br /&gt;Pemimpinan dan anggota adalah dua kelompok yang sama-sama berpengaruh dalam organisasian begitu pula keduanya harus saling mendukung. Pemimpin seperti kemudi yang mengarahkan bagian belakangnya bisa lurus dan tak terjebak pada lubang-lubang. Pemimpin layaknya seperti pembantu yang harus menyediakan seluruh keinginan tuannya , sebaliknya rakyat adalah tuan yang harus terpenuhi kebutuhannya. Namun pemimpin zaman ini  kebanyakan  menggunakan organisasi dan  sebagai sarana prbadi. Sedangkan anggota atau masyarakat laksana tuan yang&lt;br /&gt;memberikan krirtikan dan saran kepada pembentukannya agar bekerja lebih efektif dan baik hasilnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-4839151006689668771?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/4839151006689668771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/seluk-beluk-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4839151006689668771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4839151006689668771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/seluk-beluk-organisasi.html' title='Seluk Beluk Organisasi'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-7846398566672699590</id><published>2009-07-02T08:07:00.001-07:00</published><updated>2009-07-02T08:07:40.730-07:00</updated><title type='text'>Perlunya Belajar Dari Masa  Lalu</title><content type='html'>Moderenisasi memang telah melahap sedikit demi sedikit masa lalu yang menyedihkan ataupun membahagiakan kita. Perubahan kadang kala membawa pada kemajuan dan kadang juga pada kerugian bahka kehancuran. &lt;br /&gt;Mampukah kita membedakan mana zaman modernisasi serta mana zaman nenek moyang kita dulu? Tentunya kita mampu membedakan keduanya, zaman modernisasi adalah zaman dimana dunia penuh dengan keistimewaan baik dari teknologi sistematis kehidupan. Sedangkan zaman nenek moyang kita dulu adalah zaman yang dipenuhi dengan keharmonisan dan buta dengan yang namanya teknologi.&lt;br /&gt;Masihkah kita mampu mengingat zaman kehidupan nenek moyang kita dulu, banyak hal mungkin kita bisa pelajari dari zaman nenek moyang kita dulu, bila kita masih mengingatnya. Perlu kita ketahui untuk kita mengetahui sejarah zaman dan kehidupan nenek moyang kita, banyak hal yang bisa dijadikan tunjangan sebagai ilmu bantu kita.&lt;br /&gt;Semisal buku  buku sejarah, orang  orang yang berkecimpungan dalam dunia sejarah bahkan melaluli dunia teknologipun kita bisa mengetahui sejarah zaman dan kehidupan nenek moyang kita comtaoh media internet, tayangan televisi dan berita. &lt;br /&gt;Untuk apa kita perlu mengetahui sejarah? Yaitu salah satu hal penting mengapa ita harus paham dan hafal tentang sejarah agar kita bisa membedakan manakah yang baik dan buruk untuk ditiru, perbandingantau hal hal lain seperti dulu kita mendapatkan kegagalan maka bagaimana cara, usahadan sistematis diri, negara dan bangsa untuk berkembang dan maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-7846398566672699590?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/7846398566672699590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/perlunya-belajar-dari-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/7846398566672699590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/7846398566672699590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/perlunya-belajar-dari-masa-lalu.html' title='Perlunya Belajar Dari Masa  Lalu'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-9140575331345102829</id><published>2009-07-02T08:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T08:05:21.789-07:00</updated><title type='text'>Dunia Remaja</title><content type='html'>“16 Tahun umurku&lt;br /&gt; Aku rasa aku adalah remaja yang sudah cukup umurku lilhatlah diriku sekarang, postur tubuhku dan gaya berbicaraku jauh berbeda ketika dulu aku masih berumur 7 tahun. 16 tahun adalah umur awal dari masa kanak – kanak menjadi remaja, ketika aku berumur 7 tahun kelakuanku tidak jauh beda dari anak yang selalu membutuhkan orangtuanya.&lt;br /&gt; “Ayah, ibu aku sudah remaja !!! Lihat diriku sekarang umur 7 tahun  telah berlalu lama, adakah engkau anggap aku masih kanak – kanak.&lt;br /&gt;“ Ibu aku tahu dulu ketika aku masih berumur 7 tahun hanya padamulah aku banyak bercerita tentang masa depanku. Saat itu kau hanya tanggapi cita – citaku dengan perkataan yang  mematahkan semangatku”.&lt;br /&gt; Nanda janganlah kau berharap terlalu berlebih – lebihan, ibu takut kehilangan otak cemerlangmu dan semangat hidupmu yang menggelora dan menggetarkan hati remaja kakakmu”. Ibu aku hanya inginkan angan – angan ku tercapai maka aku mulai berusaha untuk raih khayalanku dalam cita –cita.&lt;br /&gt; “ Ayah aku ingat kata – katamu yang membuat ku patah semangat di tengah jalan” Nanda ayah ingatkan kau !!! kau masih terlalu kecil untuk lakukan pekerjaan ayah, lebih baik kau belajar dan terus ungkapkan segala keraguan dalam hatimu. Ingatlah cita – citamu akan kau capai jika kau terus belajar dan menggali serta mengungkapkan keraguan di dunia ini. Tak perlu kau bekerja sampai badanmu lelah hingga kau lalaikan belajarmu” Ayah berharap dalam ragamu kesuksesan yang kelak mampu menghidupi keluarga besarmu”.&lt;br /&gt; “Ya ibu, ya ayah sekarang aku paham betapa berarti kata- katamu, dulu aku pikir kau tak mendukung dan tak percaya padaku tapi ternyata dugaan ku berpaling 100%, kalian adalah anugerah tuhan bagiku, kata – katamu laksana cahaya yang memberikan sinar di jalan gelap yang ku lalui, kau sekarang adalah orang yang selalu mendo’akanku dan memberiku semangat.&lt;br /&gt; “Oh ayah, oh ibu !!! kalian adalah mahkota hatiku ku kerjakan dan banthan hati yang dalam menegurku ketika perbuatanku salah.&lt;br /&gt; “Ya Allah ku menodohkan tanganku padamu dalam do’a agar kedua orang tuaku selalu mendapatkan limpahan rahmat dan kasih sayangmu, aku memohon dalam do’aku padamu di iringi teteska air mata yang membasahi kain sholatku agar ayah dan ibuku panjang umur, melihat dan menyaksikan keberhasilanku, melihat anak cucunya bahagia dan berguna bagi nusa bangsa, Negara agama keluarga dan bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ 16 tahun sudah umurku !!!”.&lt;br /&gt; Ya Allah tunjukkanlah aku jalan lurusmu, jauhkanlah aku dari godaan syaitan  yang terkutuk. Aku tak mau kecewakan harapan orang tuaku. Banyak kudengar cerita orang tua mereka untuk dapatkan satu buah motor atau minta uang yang jauh dari kemampuan orang tuanya.&lt;br /&gt; Allah haruskah aku pupus di tengah jalan hanya karena godaan syitan ynag membawa hawa nafsu pada ketergesaan yang berakibat fatal.&lt;br /&gt; Wahai hati !!!&lt;br /&gt; Ayo bangun dari tidurmu  lawanlah hawa nafsuku yang kian hari kian menjadi gelap dan membuat pikiranku kacau, ayo lawanlah dan terus lawanlah ! lawanlah …...&lt;br /&gt; Trang………&lt;br /&gt;  Satu kenangan pernikahan ayah dan ibuku pecah ku lemparkan ke lantai. Ibu aku ingin di belikan motor tiger untuk luapkan masa remajaku dengan senang – senang. Ibu masa remaja hanya datang satu kali maka nanda mohon ibu kabulkan permohonan nanda.&lt;br /&gt; “Nanda ibumu sekarang dalam keadaan kekurangan mohon nanda maklumi kondisi ekonomi keluarga janganlah kau berharap berlebih – lebihan”. Ibu selalu bilang kondisi ekonomi masih kurang baik kalau begitu terus kapan nanda akan punya motor tiger.&lt;br /&gt; Ibu, nanda takkan kecewakan ayah dan ibu bila ibu belikan nanda motor tiger. Sebulan setelah terjadi pertikaian itu ayah belikanku motor tiger sesuai harapnku, namunaku tak tepati janji sesuai apa yang aku katakan pertama. &lt;br /&gt; Ngeng ….ngeng….ngeng !!!&lt;br /&gt; Bunyi motorku terdengar kencang membelah keheningan dan kesunyian pagi. Nanda jangan terus – terusan pergi, keluar pagi pulang malam ibu khawatir dengan keselamatanmu.&lt;br /&gt; Ingat nanda, umurmu sudah 20 tahun ibu harap darimu cucu – cucu yang kelak bawakan kebahagiaan di masa tuamu. &lt;br /&gt; “Malam itu menunjukkan pukul 00.30 WIB aku pulang ke rumah sempoyongan, 3 botol bir kosong tanpa setetes sisa lagi. Aku rasa sudah banyak isi kepala yang hilang dan terlupakan baik masalah di rumah maupun di sekolah.&lt;br /&gt; “ Plak !!! &lt;br /&gt; Tamparan ayah terasa panas di pipi, aku yakin merah padam mukaku saat itu.&lt;br /&gt;Ayah sudah jangan kau teruskan cacian dan pukulanmu ingatlah nanda adalah satu – satunya anak laki –laki kita yang masih di rumah. Jangan kau terlalu sakiti dia.&lt;br /&gt; Ayah awas !!!!!!&lt;br /&gt; Bruk lemparanku tepat mengenai kepala ayahku sendiri, darah berceceran di lantai dan ibuku jatuh pingsan. &lt;br /&gt; 2 hari sudah berlalu ayah tidak sadarkan diri walau kepalanya mengalami luka yang parah, dokter belum berani mengatakan ayah meninggal dunia. Selama di pembaringan ayah tak pernah sekalipun menggerakkan anggota tubuhnya. Aku merasa kasihan pada ibu yang terus – menerus menangis di pembaringan ayah.&lt;br /&gt; Aku tatap wajah ibu penuh harap agar ia menatapku, ibu nanda mohon ma’af nanda khilaf !! ujarku. Aku bersyukur mendapatkan ibu yang sabar dan baik hati tak sedikitpun ada kemarahan dalam wajah putihnya. Ibu masih terlihat cantik walau telah berumur 40 tahun. Ibu memang pandai merawat wajah dan anggota tubuhnya.&lt;br /&gt; Hari ke -3 ayah berada di rumah sakit mulai tampak masa – masa kritis yang akhirnya merenggut nyawanya.&lt;br /&gt; Ibu bangun bu…..&lt;br /&gt; Lihat ayah bu…...ayah tak tampakkan hawa kehidupan lagi bu. Ayah bu……&lt;br /&gt;Ayah di makamkan tak jauh dari pemakaman kakek, aku yakin ayah di pembaringannya merasa tenang dan bahagia tapi aku terus bersedih.&lt;br /&gt; Satu hari setelah ayah di makamkan ibu jatuh sakit dan meninggal dunia hari itu juga. &lt;br /&gt; Belum lama ayah tinggalkanku ibu menyusul, sekarang aku harus ikut kakakku dan harus belajar sungguh  - sungguh serta tak luput terus mendo’akan ayah dan ibuku di pembaringan.&lt;br /&gt; “Allah aku titipkan salam dalam do’a agar kau sampaikan semua permohonan  ma’af nanda yang selalu membangkang dan meyakiti hati mereka. Aku berharap angin pun menyaksikan permohonan ma’afku serta mengantarkannya pada mereka.&lt;br /&gt; Tetesan air mata masih tersisa di atas gundukan kuburan yang sejak lama menyimpan rahasia dan harapan. Ayah ibu tidak ma’afkan nanda kalian tidak merasakan keberhasilan dan keramaian cucu –cucu yang ingin menghiburmu.&lt;br /&gt; Begitu lekas rasanya umurku dulu ketika awal aku bercerita dalam tulisan umurku masih 16 tahun dan sekarang aku telah punya 2 orang anak yang masing – masing lucu, imut dan pintar – pintar. Aku yakin !!! Oh ayah oh ibu bahwa cucu –cucumu mewarisi kepintaranmu berdua.&lt;br /&gt; Ayah ibu cucumu tampak cemerlang dan mempunyai cita –cita yang mulia dan aku kagum pada bayiku ini. Ayah ibu kau adalah motivator yang sangat berharga dalam hidupku kaulah yang berikan misal perjuangan pertama serta kaulah aku ada didunia ini.&lt;br /&gt; Alam adalah satu bentuk ruang waktu yang sewaktu-waktu  pasti akan berubah dan berganti-ganti. Lihatlah zaman sekarang dengan zaman dahulu sangatlah berbeda dulu orangtua kita sangat berusaha dan bersemangat untuk mencapai cita-cita mereka.&lt;br /&gt; Tapi sekarang jangankan untuk mencapai cita-cita yang kita inginkan untuk memenuuhi kebutuhan hidup saja banyak ayah atau ibu yang mengorbankan  anak perempuannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-9140575331345102829?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/9140575331345102829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/dunia-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/9140575331345102829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/9140575331345102829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/dunia-remaja.html' title='Dunia Remaja'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-8649047892983117747</id><published>2009-07-02T08:00:00.001-07:00</published><updated>2009-07-02T08:01:02.093-07:00</updated><title type='text'>Ummul Quro Dalam Pembangunan</title><content type='html'>Tahukah anda apa tujuan awal berdirinya pondok kita Ummul quro ini ? ,Berasal dari mana sajakah dana pembangunan pondok kita ini dan bagaimana usaha kyai yang kita cintai ini sebelum pondok ini di bangun ?&lt;br /&gt;Tepatnya pada tahun 1993 pondok kita ini muali di bangun dan mulai di operasikan pada tahun 1994, tahun 1993 pondok ini tak lebih hanya tempat yang masih berupa hutan yang dipenuhi banyak pepohonan dan ilalang, tak heran bila alumni kita yang terdahulu ya’ni alumni pertama sampai dengan alumni yang kelima masih merasakan betapa pahitnya membangun jenjang pendidikan dalam pikiran mereka hingga tak sedikit dari mereka yang lulus dengan keberhasilan yang patut untuk diacungi jempol berikut alumni kita yang paling berprestasi :&lt;br /&gt;1. Al-Ustadz Andri Nurjaelani yang tak dan tak bukan adalah alumni ketiga yang pernah meraih juara 1 pidato bahasa inggris Di UIN. &lt;br /&gt;2. Prestasi-prestasi yang selalu mengharumkan juga dihadirkan oleh bagian pramuka dan anggota-anggotanya yang berupa passus. Pandanglah sekilas berapa banyak piala yang berada diatas lemari didalam kantor pondok kita tercinta itu semua bentuk pengabdian yangt diberikan santri UQI yang tercinta.&lt;br /&gt;3. Al-Ustadz Saeful Falah yang menjadi ustadz tersegan dikalangan santri putra dan putri yang prestasi tak mungkin untuk diragukan lagi, beliau sangat ingat kisah Nabi besar kita Muhammad SAW dan kisah para khalifah serta beliau pula pernah menjadi perwakilan terbaik Indonesia saat berada di Malaysia.&lt;br /&gt;4. Dan masih banyak ustadz lain yang bisa bersekolah diluar negeri dengan kemahiran yang mereka dapatkan saat menjadi santri di Ummul Quro tercinta ini.&lt;br /&gt; Mereka tidak hanya menyumbangkan keharuman nama untuk pondok ini namun mereka juga banyak membantu pondok ini khususnya dalam masalah pembangunan yang banyak menggunakan fisik.&lt;br /&gt; Semua berawal dari tujuan yang kyai selalu utarakan saat memperingati hari berdirinya pondok ini ya’ni, percakapan beliau dengan orang asingn yang berasal dari negeri gangguru Australia, orang asing tersebut menginginkan dengat sangat agar ada pengajar yang bisa menyampaikan ilmu agama islam dalam bentuk bahasa inggris yang baik dan benar.&lt;br /&gt; Dari situlah timbul niat kyai untuk membangun pondok ini dan lihatlah sekarang berapa pahitnya pembangunan yang ada di sekitar kita.  Bukankah kita juga sering mengecor bersama-sama dan dinaungi sinar matahari yang menyengat-nyengat tubuh kita saat-saat sang ufuk timur telah menampakkan sinarnya.&lt;br /&gt;Sebelum pondok ini dibangu kyai hanya mempunyai uang tidak lebih dari Rp. 250.000,- yang menghantarkan beliau kepada keberanian untuk minta-minta dengan maksud agar orang kaya yang mempunyai uang itu akan membantu pembangunan yang beliau rancanakan. Tidak bahwa beliau juga membawa sertifikat akherat yang kurang lebih isinya sebagai berikut : “Penghibahan tanah untuk pembangunan masjid serta dana uang untuk pembangunan pondok”.&lt;br /&gt;Beliau tidak henti-hentinya mencari tambahan dana untuk pembangunan pondok kita ini, tidak sedikit usaha yang beliau keluarkan sebelum memulai pembelian tanah untuk pembangunan dan beliau suadah banyak berusaha termasuk mendatangi orang yang dikira dekat dengan Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-8649047892983117747?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/8649047892983117747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/ummul-quro-dalam-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/8649047892983117747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/8649047892983117747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/ummul-quro-dalam-pembangunan.html' title='Ummul Quro Dalam Pembangunan'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-7477985145306039143</id><published>2009-07-02T07:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T07:58:05.635-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan</title><content type='html'>waktu tak akan berputar kembali seperti yang kau inginkan,waktu……akan akan terus berjalan maju tanpa lelah dan takkan berhenti walaupun kita letih akan hidup ini.&lt;br /&gt;semua kesalahan,kebaikan,keindahan,dan kejelekan akan hilang berterbangan bagai dabu yang di tiup angin tanpa seorang pun dari kita yang mengetahuinya.dalam hidup ini ada saatnya untuk berjumpa,bercengkrama,dan saling berbagi namun  perpisahan terkadang datang dan mengubah segalanya,tanpa seorang pun yang menginginkanya,entah mereka bias berjumpa lagi seperti dulu lagi saat semua saling bersahaja atau sebaliknya?namun terkadang  perpisahan itu abadi sampai mereka tertidur nyenyak untuk selamanya.  &lt;br /&gt;Siapakah yang akan menjadi penolong kita dalam kehidupan ini ? penolong kita adalah diri kita sendiri..........................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-7477985145306039143?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/7477985145306039143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/7477985145306039143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/7477985145306039143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/kehidupan.html' title='Kehidupan'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-1579244505451754457</id><published>2009-07-02T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T07:55:59.494-07:00</updated><title type='text'>Menuai Keberhasilan Belajar</title><content type='html'>Santri pondok pesantren ummul quro, Ahmad Subagja mempunyai special terik mencapai keberhasilan dalam ujian. Mempergunakan waktu dengan seefektif mungkin ia percaya dapat membantunya dalam mencapai keberhasilan ditambah lagi factor pendukung yang membuatnya antusias meraih prestasi yang gemilang, diantaranya : &lt;br /&gt;1. Dukungan dari orang tua &lt;br /&gt;Dengan nasaehat dan usaha mereka dalam mencari dana hingga mampu membuatnya mamu melanjutkan kejenjang sekolah yang lebih tinggi. Ummul quro tempatnya menuntut ilmu sekarang membentuknya menjadi seseorang yang lebih berdisiplin dan sadar betapa pentingnya ilmu.&lt;br /&gt;2. Dukungan dari pribadinya sendiri &lt;br /&gt;Dengan prinsipnya yang bagus “melihat orang tua senang dan berkata kami bangga mempunyai anak sepertimu”. Dari pengaruh kata-kata itu akhirnya ia memutuskan untuk menonjolkan prestasinya sebagai modal pertama untuk membahagiakan kedua orang tuanya dan menginjak prestasi yang lebih baik.&lt;br /&gt;3. Dukungtan dari para guru &lt;br /&gt;Dari tahun ketahun system pendidikan ummul quro semakin meningkat, hingga pengaruhnya membuat para asatidz (guru-guru) rajin mengontrol dan memberikan nasehat pada santri baik pada waktu formal maupun informal. Disiplin inilah yang kemudian banyak mempengaruhi kesaharian subagja, sebagai salah seorang santri yang mampu meraih prestasi “OUT STANDING STUDENT”.&lt;br /&gt;4. Dukungan dari lingkungan &lt;br /&gt;Suasana ujian yang biasanya diwajibkan untuk membawa buku menjadi factor utama yang bisa menjadikannya bisa belajar dimanapun dan kapanpun dia mau.&lt;br /&gt;Ditambah dengan persyaratan yang harus dia lengkapi sebelum mengikuti ujian semester pertama, seperti kelengkapan tulisan, selesainyai hapalan yang diwajibkan kehadiran dikelas ± 80 %, memenuhi tanda lunas peserta ujian serta yang terpenting adalah kemampuan dalam menjawab soal-soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mempunyai terik, factor pendukung, dan syarat-syarat ujian santri kelahiran Bogor ini mempunyai satu terik lagi untuk dapat menuai keberhasilan dalam menjalani ujian “mengetahui keutaman belajar dan pentingnya hasil ujian semester pertama”.&lt;br /&gt;Meski demikan ia meyakinkan dalam tempo waktu seminggu sebelum ujian berlangsung ia sudah memiliki persipan. Untuk pelajaran pondoknya saja dia sudah memiliki 80% dari 22 pelajaran pondok, sisanya dia yakini untuk pelajaran umum, &lt;br /&gt;Santri yang sekarang duduk dikelas XI IPA 1 mempunyai pesan yang singkat tapi maknanya berbobot “BELAJARLAH UNTUK MASA DEPANMU”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita persiapkan diri kita untuk lebih menguasai dunia luar, jangan jadikan masa depan kita gelap gulita tanpa ada keberhasilan, mari mulai dari sekarang belajar dan mengenal dunia luar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-1579244505451754457?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/1579244505451754457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/menuai-keberhasilan-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/1579244505451754457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/1579244505451754457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/menuai-keberhasilan-belajar.html' title='Menuai Keberhasilan Belajar'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-6710578294919984768</id><published>2009-07-02T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T07:52:57.341-07:00</updated><title type='text'>Dunia Mualim Qyu</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGame01%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Diatas lembaran peraturan dan kesibukan para muallimin masih konsen menuntunt ilmu , perautran adalah suatu bidang yang mempengaruhi sosialisasi dan keinginan seseorang begitu pula dengan para muallmin yang sudah mempunyai title rajanya ma'had masih tetap dijatuhi peraturan karena posisinya juga sebagai pelajar yang harus tetap belajar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kesibukan merupakan amalan-amalan wajib dan sunah yang diberikan oleh asatidz atau memang juga sebagai suatu pertunjukan yang dipertontonkan oleh muallimin kepada anggota yang bersifat agenda tahunan , bulanan bagi siswa kelas akhir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Amaliatutadris merupakan program wajib muallim sebagai persyaratan melatih diri menjadi seorang guru , tantangan yang penuh umu tersimpan didalamnya bagaimana murid didik tidak bercanda dan beradu suara ,melatih mentalbersura dan bergerak yang penuh perhatian murid didik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Paper sebagai persyaratan wajb kelulusan yang menantang akal pikiran bagai mana mecari sosulusi dan bentuk membuat rangkaian yang sesuai dengan karangan yang kita juduli &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Muallim show suatu pertunjukan kreatifitas pemikiran kelas akhir untuk menempilkan suatu kemampuan yang mereka miliki , guna menghibur santri-santri (anggota) . Beraneka mcam hiburan terdapat didalamnya bersatupada dalam kemampuan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Masih banyak agenda kegiatan wajib dan sunah yang termaktub dalam pikiran setiap otak muallimin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini namun karena keyboarbnya agak errors jadi udah dulu dech.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-6710578294919984768?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/6710578294919984768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/dunia-mualim-qyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/6710578294919984768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/6710578294919984768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/07/dunia-mualim-qyu.html' title='Dunia Mualim Qyu'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-3064105186549047321</id><published>2009-06-22T04:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T05:01:03.081-07:00</updated><title type='text'>ajari aku mencinta</title><content type='html'>dalam kehidupan ini apakah semua oranng bisa mencinta, saya rasa tidak semua orang memiliki rasa cinta yang sempurna. Ada beberapa hal yang harus dimiliki setiap orang untuk mendapatkan cinta, ada kata yang tersirat dalam ingatan ku sekitar dua tahun yang lalu adakalanya kita mencintai dan dicintai dan ada pula ditolak dan menolak, ini adalah cinta kepada lawan jenis, bagaimana dengan cinta terhadap sahabat aapakah kita akan selalu mengajari teman kita tentang cinta, rasanya tidak kita sahabat cukup dengan berbagi dalam susah dan senang.&lt;br /&gt;sebenarnya siapa sich sahabat dan cinta yang haqiqi itu mereka adalah dua perpaduan antara hati dan manusiawi seseorang yang pandai memahami dan menerima.........................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-3064105186549047321?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/3064105186549047321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/06/ajari-aku-mencinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3064105186549047321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3064105186549047321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/06/ajari-aku-mencinta.html' title='ajari aku mencinta'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-163885311699257435</id><published>2009-06-06T12:54:00.001-07:00</published><updated>2009-06-06T12:54:37.802-07:00</updated><title type='text'>let's play games</title><content type='html'>&lt;object width="550" height="420"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www8.agame.com/games/flash/u/uphill_rush/uphill_rush_agame_com.swf"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www8.agame.com/games/flash/u/uphill_rush/uphill_rush_agame_com.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="550" height="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-163885311699257435?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/163885311699257435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/06/lets-play-games.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/163885311699257435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/163885311699257435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/06/lets-play-games.html' title='let&apos;s play games'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-7969154771660598140</id><published>2009-06-06T12:20:00.001-07:00</published><updated>2009-06-06T12:31:08.760-07:00</updated><title type='text'>Menjadilah Yang Terbaik</title><content type='html'>Banyak orang yang berkeinginan untuk bisa berubah dari perbuatan yang jelek kepada perbuatan yang baik. banyak dari mereka yang ingin bisa seperti mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, ya memang inilah namanya kehidupan kadang ada kalanya kita bahagia dan ada kalanya kita harus bersedih. Beberapa hari yang lalu marhalah sebelas mungkin merasakan kesedihan ketika merasakan bagaimana mereka akan berpisah dengan kakak kelas enam. Marhalah yang sebelas yang pada waktu itu menjadi panitia sangat memperhatikan bagaimana berlangsungnya acara, syukur Alhamdullilah mudah-mudahan kami bisa lebih baik dari mereka.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus kita siapkan jika kita ingin benar-benar mendapatkan kebahagian dunia dan akherat salah satunya kita harus tekun beribadah kepada Allah SWT sang kholik alam semesta ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-7969154771660598140?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/7969154771660598140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/06/menjadilah-yang-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/7969154771660598140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/7969154771660598140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/06/menjadilah-yang-terbaik.html' title='Menjadilah Yang Terbaik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-1234970011347051114</id><published>2009-05-22T01:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T01:54:12.673-07:00</updated><title type='text'>kapan aku mulai belajar</title><content type='html'>bah ujian tuh sebentar lagi tahu!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;emangnya kenapa gitu ucap ku dalam hati menanggapi pertanyaan temanku&lt;br /&gt;iangatbah tujuan lho datang kepondok nich mau pa emang lho mau main komputer tiap hari apa&lt;br /&gt;bah komputer gak menjamin lho jadi juara atau naik kelas&lt;br /&gt;lho harus berusaha dan aktif dengan segala kegiatan lho jangan sampai tergiurkan oleh banyaknya media internet yang mengasikkan lho harus tetap belajar dan berusaha walaupun lho pinter selangit ingat bri sekarang tuh waktu ujian semester kedua, salah-salah mengambil langkah lho bisa gak naik tahu.&lt;br /&gt;gue sebagai teman cuman berharap agar lho sadar friends&lt;br /&gt; wah temanku yang satu ini memang perhatian kalu masalah belajar dan aktivitasku coba aja kalo da orang lain yang baik seperti dia gue pasti lebih happy day lagi.................................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-1234970011347051114?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/1234970011347051114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/kapan-aku-mulai-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/1234970011347051114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/1234970011347051114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/kapan-aku-mulai-belajar.html' title='kapan aku mulai belajar'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-523267652153061621</id><published>2009-05-22T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T01:45:18.194-07:00</updated><title type='text'>sahabat adalah teman terbaik</title><content type='html'>kapan kita bisa berbagi&lt;br /&gt;dengan sahabat terdekat kita&lt;br /&gt;ya gak ada waktulah kalau kita gak mau membaginya&lt;br /&gt;sahabat kita adalah penenang kita&lt;br /&gt;yang memberikan kita banyak inspirasi dan keyakinan&lt;br /&gt;begitu pula halnya dalam menuntut ilmu pastinya kita akan membutuhkan teman untuk berbagi&lt;br /&gt;dalam perkara dan kekacauan kita&lt;br /&gt;ayolah ingatkan teman kita betapa pentingnya menjalin tali persahabat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-523267652153061621?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/523267652153061621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/sahabat-adalah-teman-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/523267652153061621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/523267652153061621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/sahabat-adalah-teman-terbaik.html' title='sahabat adalah teman terbaik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-5365050273708266731</id><published>2009-05-22T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T01:36:47.311-07:00</updated><title type='text'>kapan aku akan memahami hatimu</title><content type='html'>hanya satu kali aku pernah tertipu&lt;br /&gt;tidak untuk yang kedua kali dan seterusnya&lt;br /&gt;memang ku akui aku hanyalah manusia yang lemah&lt;br /&gt;tapi ingat kalu aku juga punya perasaan dan hati&lt;br /&gt;kesempurnaanmu boleh dikatakan keistimewaan&lt;br /&gt;untuk mu dan hidupmu&lt;br /&gt;tapi jangan harapkesempurnaan mu akan memberikan jalan terbaik&lt;br /&gt;mungkin kau hanya akan menjadi pemuas nafsu setiaporang yang datang padamu&lt;br /&gt;tapi kuharap tidak,................&lt;br /&gt;kau adalah orang pertama yang mana aku dapat memilih diantara aku&lt;br /&gt;mencintai atau dicintai&lt;br /&gt;namun sayang semua itu harus berakhir dengan perpisahan&lt;br /&gt;jauhnya tempat antara aku dan kau menjadi faktor pula&lt;br /&gt;dalam pertemuan kita.&lt;br /&gt;mungkin ini yang kesekian kalinya aku menuliskan tentang perasaan hati ini&lt;br /&gt;yang tak dapat aku bendung lagi&lt;br /&gt;aku merasa harus selalu berterus terang dihadapanmu&lt;br /&gt;aku bahkan yakin kaulah satu-satunya jalan hidup ku&lt;br /&gt;lagi-lagi hal itu hanya menjadi khayalan belaka&lt;br /&gt;kau malah menjadi musuh dalam selimutku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-5365050273708266731?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/5365050273708266731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/kapan-aku-akan-memahami-hatimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/5365050273708266731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/5365050273708266731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/kapan-aku-akan-memahami-hatimu.html' title='kapan aku akan memahami hatimu'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-111026623251704968</id><published>2009-05-22T01:13:00.001-07:00</published><updated>2009-05-22T01:19:23.005-07:00</updated><title type='text'>perintah yang terabaikan</title><content type='html'>tidak ku sangka kalau manusia hanya bisa berbicara namun aplikasi dari perkataannya tidak ada, siapakah sebenarnya mereka yang tidak tahu malu itu menasehati orang kemudia mereka sendiri melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Hayo adakah sipat kita sekarang seperti mereka yang memerintahkan orang lain untuk meninggalkan maksiat namun mereka sendiri melakukannya, kalau ada sungguh merugi mereka telah mengabaikan apa yang mereka perintahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-111026623251704968?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/111026623251704968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/perintah-yang-terabaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/111026623251704968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/111026623251704968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/perintah-yang-terabaikan.html' title='perintah yang terabaikan'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-4319052319002765587</id><published>2009-05-21T13:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T13:23:36.518-07:00</updated><title type='text'>apakah aku boleh berkata bodoh</title><content type='html'>menghina atau mengguncingkan orang lain adalah perbuatan yang tidak baik bahkan bisa menjadikan kita masuk neraka jahanam (tempat penyiksaan yang paling pedih). Di akhir zaman nati kita akan dikumpulkan bersama iblis dan setan yang semuanya masuk ke neraka apakah kita ingin merasakan panasnya api neraka...................? oh sahabat................ janganlah kita berkeinginan untuk mencicipi panasnya api neraka sudah cukuplah penderitaan kita didunia dengan segala amarah, kehinaan, cacian, amukan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi khalifah didunia sudah sepatutnya kita berbahagia dengan menjalankan segala perintahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-4319052319002765587?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/4319052319002765587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/apakah-aku-boleh-berkata-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4319052319002765587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4319052319002765587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/apakah-aku-boleh-berkata-bodoh.html' title='apakah aku boleh berkata bodoh'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-3345704780596390241</id><published>2009-05-21T10:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T11:02:29.216-07:00</updated><title type='text'>ketika aku mencuri pandang</title><content type='html'>may be this was first sight in my memory of life to see the some one which i can get start to be friendship in everything we wants but i am man with specially target . than to keep love from me is my obligated duty ok!!!! one more time i want tell you and it was come from my deep dawn heart that you are was my first sight of love and i was get first heart of crazy than i hope you to tell me what problem was going on me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejujurnya yang menjadi tujuanku untuk mengejar cintamu hanyalah arti dari sebuah persahabatan, saya ingat beberapa hal yang menjadi pencegah saya sebelum berangkat mengembara jauh kekota bogor ini :&lt;br /&gt;1. tujuan ku adalah menuntut ilmu&lt;br /&gt;2. ayah ibuku berpesan jangan sampai menjadi anaka yang boros dan merepotkan orang tua&lt;br /&gt;3. ayahku berpesan agar aku mendekati pak kyai&lt;br /&gt;4. guruku berpesan jangan sekali-kali kamu mencintai wanita sebelum waktunya datang karena kamu akan terjerumus kedalam lembah kegagalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-3345704780596390241?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/3345704780596390241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/ketika-aku-mencuri-pandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3345704780596390241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/3345704780596390241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/ketika-aku-mencuri-pandang.html' title='ketika aku mencuri pandang'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-8561361146488206265</id><published>2009-05-21T02:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T03:01:52.046-07:00</updated><title type='text'>kenangan menjadi anggota pramuka</title><content type='html'>scout is joully game. itulah prinsip saya untuk menjadi seorang pramuka sejati,emang sich kta anax2 remaja mah pramuka itu dianggap nora,tv d'balik semua itu  pramuka sangat menggembirakan.&lt;br /&gt;di dalam pelatihan pramuka bkan hanya materi nyang diajarkan akan tetepi,permainan2 yang membuat tertarik dengan pramuka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-8561361146488206265?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/8561361146488206265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/kenangan-menjadi-anggota-pramuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/8561361146488206265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/8561361146488206265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/kenangan-menjadi-anggota-pramuka.html' title='kenangan menjadi anggota pramuka'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-5374182899953874959</id><published>2009-05-20T08:41:00.001-07:00</published><updated>2009-05-20T08:47:38.459-07:00</updated><title type='text'>jadilah yang terbaik</title><content type='html'>dunia hanyalah temapat tinggal sementara kita maka jangan lah kita terlalu terlena dan jatuh dalam pelukannya hanya ada satu kata yang harus kita tegakkan yakni berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik. kehidupan di dunia fana ini hanya akan meninggalkan kesedihan bila kita tidak mau menyembah Allah SWt selaku penguasa alam semesta ini. ingat hanya kepadanyalah kita akan kembali dan hanya padanyalah segala perkara akan terkumpulkan dan hanya Dialah penetu segala yang ada didunia dan dilangit Allahu AKbar Allahu Ahad tiada tuhan selain dirinya yang patut kita sembah dan agungkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-5374182899953874959?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/5374182899953874959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/jadilah-yang-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/5374182899953874959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/5374182899953874959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/jadilah-yang-terbaik.html' title='jadilah yang terbaik'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-230929197071134842</id><published>2009-05-20T08:05:00.001-07:00</published><updated>2009-05-20T08:07:31.934-07:00</updated><title type='text'>Setiap impian ada jalannya</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Clabkom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Manusia boleh mempunyai impian setinggi langit namun jangan sampai menjadi gila karena impiannya tidak tercapai, ingat banyak jalan dan tujuan yang belum kita dapatkan dan capai, jadilah kita orang yang selalu mengharap dan berusaha dengan perharapan kita, segala sesuatu yang kita usahakan sekarang adalah awal kesuksesan kita pada masa depan nant. harapan kita untuk menjadi sukses akan tercapai setelah seribu kesabaran dan seribu usaha bahkan lebih atau kurang (penentuan kitalah yang menjadi faktor). &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-230929197071134842?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/230929197071134842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/setiap-impian-ada-jalannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/230929197071134842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/230929197071134842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/setiap-impian-ada-jalannya.html' title='Setiap impian ada jalannya'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-2017754780137988930</id><published>2009-05-19T12:22:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T12:28:12.637-07:00</updated><title type='text'>ilmu tidak menjamin kesuksesan</title><content type='html'>beberapa hari yang lalu pimpinan pondok pesantren ummul quro al-islami kh. helmy abdul mubin lc. menyampaikan ceramahnya bahwasanya ketaatan kita kepada guru-guru kita lebih berharga dari pada seribu ilmu yang kita dapatkan , maka oleh karena itu mari kita bersama-sama membahagiakan dan membuat mereka selalu senang agar tidak keluar dari perkaataan mereka kata-kata yang membuat kita menjadi dimurkai allah SWT. jadilah kita anak yang sholeh yang membahagiakan kedua orang tua kita dan seluruh yang mengharapkan kita , jadilah yang terbaik dan memberi kesan serta peninggalan yang berharga untuk orang tua dan kerabat kita, ingat bahwasanya kita adalah harapan seribu umat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-2017754780137988930?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/2017754780137988930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/ilmu-tidak-menjamin-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/2017754780137988930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/2017754780137988930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/ilmu-tidak-menjamin-kesuksesan.html' title='ilmu tidak menjamin kesuksesan'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1499548773304925463.post-4606561305440819466</id><published>2009-05-19T11:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T11:34:13.812-07:00</updated><title type='text'>pertama kali mengembara</title><content type='html'>"jauh juga ternyata bogor itu" inilah lontaran kata-kata pertama yang terucap dari mulut ini ketika sampai dikota seribu angkot ini, sungguh tak terkira sebelumnya kalau saya bisa menginjakkan kaki di tanah bogor yang sangat kekotaan bagi saya.&lt;br /&gt;namun syukur alhamdulillah ternyata allah berkehendak hingga akhirnya saya bisa menjadi pengembara terjauh kampung saya, mungkin saya boleh bangga dengan gelar ini namun saya tidak boleh beraga begok saya harus sadar bahwa diluar dari pengembaraan saya ini banyak tantangan oks&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1499548773304925463-4606561305440819466?l=pengembara-riau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/feeds/4606561305440819466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/pertama-kali-mengembara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4606561305440819466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1499548773304925463/posts/default/4606561305440819466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengembara-riau.blogspot.com/2009/05/pertama-kali-mengembara.html' title='pertama kali mengembara'/><author><name>pencinta ilmu dan aulia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04367493343057242893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JUyUJfSfHqk/ShL9Qt03KCI/AAAAAAAAAAM/SryC1QsCgY8/S220/IMG_0423.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
